VIVA - Salesforce merilis Agentic Enterprise Index 2026, laporan yang menganalisis data penggunaan kecerdasan buatan (AI) dari platform Agentforce untuk melihat bagaimana perusahaan menerapkan agen AI dan manfaat yang dihasilkan.
Laporan tersebut menemukan dua pola utama. Pertama, penggunaan agen AI dalam volume tinggi untuk tugas-tugas spesifik, terutama di industri yang berhadapan langsung dengan konsumen.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kedua, penggunaan agen yang lebih serbaguna untuk menangani proses bertahap dan kompleks, terutama di sektor dengan operasional serta regulasi yang ketat, seperti manufaktur dan layanan publik.
Kedua pendekatan ini dapat berjalan bersamaan. Perusahaan membutuhkan agen yang mampu bekerja dalam skala besar sekaligus menangani tugas yang semakin kompleks.
Untuk mengukur pekerjaan nyata yang dilakukan agen AI, Salesforce menggunakan metrik Agentic Work Unit (AWU). Satu AWU mewakili satu tugas yang berhasil diselesaikan agen AI.
Hingga April 2026, output AWU dari Agentforce tumbuh dengan tingkat pertumbuhan bulanan majemuk (compound monthly growth rate/CMGR) sebesar 15 persen. Di sektor ritel, misalnya, agen AI umumnya masih menangani tugas spesifik dengan rata-rata satu hingga dua tindakan.
Pola ini menunjukkan bahwa agen digunakan untuk mengotomatisasi pekerjaan rutin dalam volume besar. Industri dengan regulasi ketat dan operasional kompleks cenderung mengembangkan agen AI dengan kemampuan lebih tinggi.
Salesforce mencontohkan penerapan di Siemens, yang menjual ribuan produk melalui tujuh unit bisnis dan memiliki 18 ribu tenaga penjualan. Perusahaan menerima sekitar 2.800 prospek masuk yang belum terkualifikasi setiap minggu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Untuk mengatasi proses tersebut, Agentforce membagi proses kualifikasi ke dalam alur kerja multiagen. Satu agen berinteraksi dengan prospek, sementara agen lainnya mengumpulkan data, menerapkan aturan kualifikasi, dan meneruskan prospek dengan konteks lengkap ke berbagai divisi.
Proses ini memungkinkan Siemens menangani pekerjaan kompleks secara otomatis sepanjang waktu. “Agen Ai menghadirkan nilai nyata. Baik ketika perusahaan mengaktifkan agen AI untuk beroperasi dalam skala besar maupun mengorkestrasikannya melalui rangkaian proses yang kompleks dan bertahap,” kata Joe Inzerillo, President of Enterprise AI and Technology Salesforce.
Fenomena ‘Shadow AI’ Mulai Mengancam Perusahaan
Shadow AI adalah penggunaan alat AI yang tidak disetujui dan berada di luar pengawasan perusahaan, sehingga dapat menimbulkan kerentanan keamanan, termasuk kebocoran data
VIVA.co.id
24 April 2026

1 hour ago
1
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

