AI dan Semikonduktor Mulai Jadi Tantangan Baru Industri Otomotif Indonesia

17 hours ago 2

Selasa, 22 September 2026 - 11:05 WIB

Nagoya, VIVA – Industri otomotif Indonesia mulai menghadapi perubahan teknologi yang semakin cepat, seiring meningkatnya penggunaan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) dan semikonduktor pada kendaraan generasi baru. Perkembangan tersebut menjadi perhatian pemerintah dalam upaya memperkuat daya saing industri otomotif nasional.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menyampaikan hal tersebut saat bertemu dengan pelaku industri otomotif Indonesia dan mitra Jepang di Nagoya, Jepang belum lama ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, dikutip VIVA Otomotif dari keterangan resmi Selasa 22 September 2026, penguatan daya saing industri membutuhkan penguasaan teknologi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta ekosistem rantai pasok yang kuat.

Pemerintah saat ini membuka peluang kerja sama internasional untuk mengembangkan sektor teknologi baru, termasuk AI dan semikonduktor. Indonesia telah menjalin kerja sama dengan ARM, bergabung dengan WAICO, serta menjajaki komunikasi dengan PAX Silica.

Kemenko Perekonomian menyebut berbagai kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas ekonomi, terutama pada sektor otomotif yang semakin bergantung pada komponen semikonduktor dan teknologi cerdas. Kondisi ini membuat penguatan kemampuan teknologi menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan industri kendaraan.

Perubahan tersebut juga berlangsung bersamaan dengan transformasi industri otomotif menuju kendaraan elektrifikasi. Kendaraan listrik membutuhkan berbagai komponen elektronik dan sistem kendali yang semakin kompleks, sehingga perkembangan teknologi semikonduktor menjadi bagian dari perubahan rantai pasok otomotif.

Selain pengembangan teknologi, pemerintah melihat penguatan industri manufaktur presisi sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem tersebut. Dalam kunjungan ke perusahaan manufaktur presisi Kouwa-Tec di Nagoya pada 18 September 2026, pemerintah membahas peluang investasi, transfer teknologi, serta pengembangan SDM.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pembahasan tersebut juga berkaitan dengan pengembangan ekosistem semikonduktor Indonesia. Kemenko Perekonomian menyebut pembahasan Indonesia-Japan Joint Roadmap on Semiconductor Industry and Policy pada September 2026 menjadi salah satu momentum untuk memperkuat kerja sama kedua negara di bidang semikonduktor.

Di sektor otomotif, pemerintah juga masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah dalam memperkuat rantai industri di dalam negeri. Dalam pertemuan dengan pelaku industri di Nagoya, sejumlah isu yang disampaikan antara lain perizinan, akses pembiayaan bagi industri kecil dan menengah pendukung otomotif, serta sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada masa transisi menuju kendaraan listrik.

Halaman Selanjutnya

Masukan dari pelaku industri tersebut akan menjadi bahan pemerintah dalam menyempurnakan kebijakan dan mengatasi berbagai hambatan investasi. Pada saat yang sama, Indonesia berupaya mempertahankan posisinya sebagai salah satu basis produksi dan ekspor kendaraan di kawasan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |