VIVA – Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam beberapa tahun terakhir berlangsung jauh lebih cepat dibanding perkiraan banyak pelaku industri.
Jika sebelumnya AI hanya digunakan untuk mengotomatiskan tugas-tugas sederhana, kini teknologi tersebut mampu menulis dokumen, menganalisis data, membuat desain, menghasilkan kode pemrograman, hingga membantu pengambilan keputusan bisnis.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ilustrasi profesi akuntan.
Perubahan yang cepat ini memunculkan pertanyaan besar bagi jutaan pekerja di seluruh dunia: apakah profesi yang dijalani saat ini masih akan relevan lima tahun mendatang?
Laporan terbaru dari World Economic Forum (WEF), McKinsey Global Institute, International Labour Organization (ILO), serta Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), dikutip VIVA Selasa, 30 Juni 2026, menunjukkan bahwa AI memang akan mengubah dunia kerja secara signifikan. Namun, perubahan tersebut lebih banyak berupa transformasi pekerjaan daripada penghapusan total profesi.
AI Menggantikan Tugas, Bukan Seluruh Pekerjaan
Salah satu kesalahpahaman yang masih sering muncul adalah anggapan bahwa AI akan mengambil alih seluruh pekerjaan manusia.
Menurut WEF Future of Jobs Report 2025, sebagian besar profesi justru akan mengalami perubahan pada tugas-tugas rutinnya. Aktivitas seperti memasukkan data, membuat laporan standar, menjawab pertanyaan sederhana pelanggan, hingga menyusun dokumen administratif menjadi pekerjaan yang semakin mudah diotomatisasi.
Sebaliknya, pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, kepemimpinan, komunikasi, empati, serta pengambilan keputusan kompleks diperkirakan tetap membutuhkan peran manusia.
Profesi yang Berpotensi Mengalami Perubahan Besar
McKinsey menjelaskan bahwa hampir semua sektor akan terdampak AI, tetapi tingkat perubahannya berbeda-beda.
Beberapa profesi yang diperkirakan mengalami transformasi paling cepat antara lain:
- Administrator dan staf administrasi.
- Customer service.
- Penulis konten dan copywriter.
- Desainer grafis.
- Akuntan dan analis keuangan.
- Programmer dan software developer.
- Guru dan tenaga pendidik.
- Analis data.
Dalam profesi-profesi tersebut, AI diperkirakan mengambil alih sebagian pekerjaan yang berulang sehingga pekerja dapat lebih fokus pada tugas yang membutuhkan analisis, kreativitas, dan interaksi manusia.
Keterampilan Lama Tak Lagi Cukup
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perusahaan kini tidak hanya mencari kandidat dengan kemampuan teknis.
Menurut WEF, lima tahun ke depan akan ditandai dengan meningkatnya kebutuhan terhadap keterampilan yang sulit digantikan AI, seperti:
Halaman Selanjutnya
Berpikir analitis (analytical thinking). Pemecahan masalah kompleks. Kreativitas dan inovasi. Kepemimpinan. Komunikasi interpersonal. Adaptasi terhadap perubahan. Literasi AI dan teknologi digital.

2 weeks ago
4











