Jakarta, VIVA – PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (IOH/ISAT) menutup kuartal IV 2025 dengan kinerja yang positif, di mana perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 9 persen secara quarter-on-quarter (QoQ) menjadi Rp15,36 triliun, yang mencerminkan pertumbuhan bisnis berkelanjutan di tengah dinamika industri.
Kinerja ini diperkuat oleh pertumbuhan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas pemilik induk sebesar 53,5 persen QoQ dan 12,2 persen year-on-year (YoY) menjadi Rp5,5 triliun.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lalu, EBITDA meningkat 12 persen menjadi Rp26,6 triliun, tumbuh lebih cepat dibanding pendapatan yang menegaskan fundamental keuangan yang sehat serta kedisiplinan dalam eksekusi strategi.
Selain itu, Indosat mencatat pertumbuhan ARPU yang progresif hingga mencapai Rp44 ribu, didorong oleh penerapan personalisasi berbasis kecerdasan buatan (AI) secara konsisten, peningkatan pengalaman jaringan, serta inovasi yang fokus pada pelanggan, termasuk fitur AI-powered 360 Scam and Spam Protection.
Solusi ini melindungi pelanggan di berbagai kanal digital melalui platform agentik yang canggih. Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap konektivitas digital untuk bekerja, belajar, berbisnis, dan berkomunikasi sehari-hari, Indosat terus memperkuat pengalaman pelanggan.
Dengan tetap menjaga keandalan jaringan yang tinggi, Indosat menghadirkan solusi fixed wireless access (FWA) melalui brand HiFi Air untuk mendukung kebutuhan digital yang terus berkembang.
Dengan layanan 5G dan HiFi Air yang kini tersedia di 24 kota, maka Indosat menutup 2025 dengan 400 ribu pelanggan Home Broadband (HBB).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Direktur Utama dan Kepala Eksekutif Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan bahwa kinerja kuartal IV 2025 menjadi panduan untuk melaju di tahun ini.
"Kami akan terus memperkuat pondasi perusahaan melalui investasi yang disiplin, keunggulan operasional, dan transformasi berbasis AI untuk membangun ekosistem digital yang tangguh, inklusif, dan siap menghadapi masa depan," kata dia, Selasa, 10 Februari 2026.
Big Tech Bakar Duit Rp10.000 Triliun demi AI
Amazon, Google, Meta, dan Microsoft siapkan belanja AI hingga Rp10.080 triliun pada 2026. Infrastruktur meledak, tapi pasar menuntut hasil nyata. Baca di sini!
VIVA.co.id
9 Februari 2026

2 hours ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483201/original/035595200_1769341364-WhatsApp_Image_2026-01-25_at_17.53.37.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5256901/original/039184800_1750294371-ChatGPT_Image_Jun_19__2025__07_35_10_AM.jpg)



