Air Canada Hentikan Penerbangan ke Kuba karena Krisis Bahan Bakar

4 weeks ago 5

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:40 WIB

VIVA – Maskapai Air Canada  mulai Senin, 9 Februari 2026, menangguhkan penerbangan ke Kuba dengan alasan kelangkaan bahan bakar untuk penerbangan yang terus berlanjut di negara tersebut.

Pernyataan tersebut dikeluarkan maskapai pasca adanya peringatan dari otoritas Kuba bahwa maskapai internasional mungkin tidak lagi dapat mengisi bahan bakar di bandara-bandara negara itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dalam beberapa hari ke depan, maskapai akan mengoperasikan penerbangan kosong ke selatan untuk menjemput sekitar 3.000 pelanggan yang sudah berada di tujuan dan memulangkan mereka," tulis Air Canada dalam pernyataan resminya mereka, Senin, 9 Februari 2026. 

Air Canada mengambil keputusan ini setelah menerima peringatan dari pemerintah (NOTAM) mengenai ketidakpastian pasokan bahan bakar penerbangan di bandara-bandara Kuba. Diperkirakan bahwa mulai 10 Februari, bahan bakar penerbangan tidak akan tersedia secara komersial di bandara-bandara pulau tersebut.

Sementara untuk penerbangan yang tersisa, Air Canada akan mengirimkan bahan bakar tambahan dan melakukan pemberhentian teknis seperlunya untuk mengisi bahan bakar dalam perjalanan pulang jika diperlukan.

"Air Canada akan terus memantau situasi guna menentukan waktu yang tepat untuk dimulainya kembali layanan normal ke Kuba di masa mendatang," ungkapnya

Maskapai penerbangan lain dari negara-negara yang jauh seperti Rusia, Tiongkok, Turki, Prancis, dan Spanyol juga terkena dampaknya. Krisis ini meletus dengan cepat karena kebijakan Washington yang memaksa pemerintah Kuba untuk duduk di meja perundingan, dengan tokoh-tokoh terkemuka dalam pemerintahan Donald Trump menyerukan perubahan rezim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

AS telah mengancam negara mana pun yang mengirim minyak ke Kuba dengan peningkatan tarif, dengan alasan pemerintah pulau itu merupakan ancaman bagi keamanan nasional AS. Pada hari Senin, Claudia Sheinbaum, presiden Meksiko, mengecam apa yang digambarkannya sebagai kebijakan AS yang "sangat tidak adil".

"Anda tidak bisa mencekik suatu bangsa dengan cara ini," katanya. Meksiko mengirimkan 800 ton bantuan kemanusiaan ke negara kepulauan yang sedang dilanda krisis itu pada hari Minggu, dan Sheinbaum mengatakan Meksiko mengambil "semua tindakan diplomatik yang diperlukan" untuk dapat mengirim minyak ke pulau itu – meskipun ia tidak memberikan rincian tentang bagaimana hal itu mungkin terjadi.

Halaman Selanjutnya

Sejak operasi militer pemerintahan Trump pada 3 Januari terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang merupakan pendukung lama pemerintah Kuba, Amerika Serikat berupaya memperkuat posisinya terhadap Kuba.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |