Alasan Erika Carlina Ingin Andrew Konsultasi ke Psikolog di Umur 13 Tahun Bikin Kaget

2 weeks ago 6

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:06 WIB

Jakarta, VIVA – Keputusan Erika Carlina untuk membawa putranya, Andrew, ke psikolog saat usia 13 tahun ternyata bukan tanpa alasan. Aktris sekaligus selebgram tersebut mengaku khawatir dengan kondisi emosional sang anak yang disebut memiliki “DNA trauma”.

Hal itu diungkap Erika Carlina saat berbincang di kanal YouTube Denny Sumargo. Ia mengatakan, ada seseorang yang menjelaskan bahwa kondisi psikologis ibu selama masa kehamilan bisa berdampak langsung pada karakter anak. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ada satu orang yang ketemu sama gue, melihat Endu tuh bilang katanya ada DNA trauma," kata Erika Carlina, dikutip Kamis 28 Mei 2026. 

Menurut Erika, penjelasan tersebut diperkuat dengan riset yang membahas bagaimana stres dan kesedihan seorang ibu dapat memengaruhi kondisi mental anak sejak lahir.

"Itu akan masuk ke DNA bayinya," ujar Erika Carlina.

Pengalaman pahit yang dialami Erika saat mengandung Andrew pun membuatnya semakin cemas. Ia diketahui sempat menghadapi tekanan besar, mulai dari kehamilan di luar nikah, ancaman dari DJ Panda, hingga ketakutan terhadap pandangan masyarakat.

Erika takut seluruh rasa sedih dan beban emosional yang ia rasakan selama hamil justru diwariskan kepada putranya.

"Jadi kayak apa yang gue rasakan, itu menjadi tanggung jawab dia," jelas mantan pacar DJ Bravy tersebut.

Tak hanya itu, Erika juga mendapat penjelasan bahwa anak dengan kondisi seperti itu cenderung tumbuh menjadi pribadi yang merasa harus menyelesaikan masalah orang lain.

"Dan dia akan... dia akan memecahkan semua masalah itu, dia akan menjadi... pokoknya masalah lu masalah gue," tambah Erika.

Ia khawatir sifat tersebut akan membuat Andrew terlalu memikirkan kebahagiaan orang lain hingga melupakan dirinya sendiri.

"Sampai dia hancur sendiri, dan itu enggak baik untuk kesehatan mentalnya," ungkap Erika cemas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itulah, Erika berencana membawa Andrew menemui psikolog saat memasuki usia remaja awal. Menurut nasihat yang diterimanya, usia 13 tahun menjadi momen penting untuk membentuk batas emosional yang sehat.

"Kemudian, seseorang ini bilang, gue harus bawa Endu ke psikolog nanti ketika umur 13 tahun," ucapnya.

Halaman Selanjutnya

Melalui pendampingan profesional, Erika berharap putranya bisa belajar memprioritaskan kebahagiaan diri sendiri tanpa merasa bertanggung jawab atas seluruh masalah orang di sekitarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |