Jakarta, VIVA – Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR di Bandung masih menyita perhatian publik. Selain mengikuti perkembangan kondisi korban dan proses hukum terhadap tersangka, banyak warganet juga mempertanyakan mengapa YTR tidak melarikan diri atau berteriak meminta pertolongan selama diduga disekap bertahun-tahun.
Menjawab berbagai pertanyaan tersebut, keluarga YTR akhirnya angkat bicara. Melalui unggahan di media sosial, tante korban bernama Erni memberikan penjelasan mengenai kondisi yang dialami keponakannya selama berada di bawah dugaan penyekapan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Keluarga Ungkap Alasan YTR Tak Kabur
Dalam unggahan di Instagram, Erni mengunggah tulisan yang menjawab pertanyaan yang paling sering diterimanya dari warganet. Menurutnya, kondisi fisik YTR menjadi alasan utama mengapa korban tidak mampu melarikan diri maupun meminta pertolongan.
"Banyak yang nanya kenapa ga kabur, kenapa ga teriak? JAWABAN ADA DI KONDISI FISIK KORBAN saat ini. Kenapa??? KARENA korban sering mengadakan perlawanan sehingga mata, bibir, hidung, telinga, kaki itu luka semua," tulis Erni, sebagaimana dikutip dari Instagram, Selasa, 30 Juni 2026.
Penjelasan tersebut mengisyaratkan bahwa luka-luka yang dialami YTR bukan muncul begitu saja. Keluarga menyebut korban beberapa kali berusaha melakukan perlawanan, namun justru mengalami kekerasan yang menyebabkan berbagai bagian tubuhnya mengalami cedera.
Luka Berat Membuat Korban Sulit Melawan
Sejak kasus ini mencuat, kondisi fisik YTR memang menjadi sorotan publik. Saat ditemukan, korban mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Keluarga menjelaskan bahwa berbagai luka yang dialami YTR membuat kondisi tubuhnya semakin lemah. Hal itu pula yang disebut membuat korban kesulitan untuk melarikan diri ataupun meminta bantuan kepada orang lain.
Sebelumnya, YTR juga pernah mengungkapkan bahwa gangguan pada penglihatannya membuat dirinya tidak mampu keluar dari tempat ia berada. Ia mengaku tidak bisa melihat dan takut kembali mengalami penyiksaan apabila berusaha melawan atau mengeluarkan suara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Erni Tegaskan Akan Terus Membela Keponakannya
Dalam unggahan yang sama, Erni juga menyampaikan pesan emosional mengenai perjuangan YTR selama bertahan hidup. Ia mengaku akan terus membela keponakannya, apa pun penilaian yang diberikan orang lain terhadap korban.
Halaman Selanjutnya
"Maaf saya akan terus membela terlepas apapun kesalahan dari keponakan saya, belum tentu sayapun bisa kuat seperti dia, dengan kondisi luka parah tanpa pengobatan dia tetap bertahan karna harapan untuk hidup dan bertemu dengan ayah ibunya beserta keluarga sangat kuat," ungkapnya.

2 weeks ago
11











