VIVA – Syakir Daulay dikenal sebagai salah satu figur muda Indonesia yang mampu membangun karier di dunia hiburan dengan tetap membawa latar belakangnya sebagai santri. Tidak hanya berkiprah sebagai aktor dan penyanyi, pria kelahiran Bireuen, Aceh, 10 Januari 2002, tersebut juga aktif sebagai pendakwah hingga terlibat dalam produksi film.
Perjalanan Syakir Daulay menuju industri hiburan ternyata bermula dari aktivitas sederhana ketika dirinya masih menempuh pendidikan di pesantren. Ia diketahui pernah belajar di Pesantren Darul Qur'an milik Ustaz Yusuf Mansur melalui jalur beasiswa. Di lingkungan tersebut, Syakir juga mendalami Al-Qur'an dan memiliki pengalaman mengikuti berbagai perlombaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Syakir Daulay sendiri sudah merantau ke Jakarta sejak usia belia. Di tengah kesibukannya sebagai santri, ia rupanya memiliki ketertarikan untuk mencoba berbagai kegiatan di luar rutinitas belajar.
"Dulu Syakir anaknya memang selalu pengen coba hal baru, terus ada waktu Syakir bosen di pesantren, bete, jenuh belajar. Waktu itu ada drama teater dan musik, Syakir ikutin semua biar nggak bete mengisi waktu luang. Akhirnya ada TV pesantren, Syakir mainnya di TV pesantren," jelas Syakir Daulay.
Keterlibatannya dalam teater, musik, hingga televisi pesantren kemudian menjadi pintu awal Syakir mengenal dunia akting. Ia tidak menyangka kegiatan yang awalnya dilakukan untuk mengisi waktu luang justru membawanya bertemu dengan kesempatan lebih besar di industri perfilman.
Kesempatan tersebut datang ketika sebuah rumah produksi mencari pemain untuk film bertema penghafal Al-Qur'an. Kru film mendatangi pesantren tempat Syakir belajar karena membutuhkan sosok yang tidak hanya memiliki kemampuan mengaji, tetapi juga mampu memainkan karakter di depan kamera.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Tiba-tiba ada sutradara pengen bikin film soal penghapal Al-Qur'an. Judulnya Surga Menanti, ada Umi Pipik, Agus Kuncoro, dan Dela Puspita," kata Syakir Daulay.
Film tersebut menjadi salah satu pengalaman penting dalam perjalanan Syakir. Untuk menjalani proses syuting yang berlangsung sekitar satu bulan, ia terlebih dahulu meminta izin kepada pengurus pesantren. Di luar dugaan, izin tersebut diberikan sehingga Syakir dapat meninggalkan aktivitas pesantren sementara untuk menjalani proses produksi.
Halaman Selanjutnya
Selama berada di lokasi syuting, Syakir juga mendapatkan kesempatan belajar langsung dari aktor senior Agus Kuncoro. Hubungan keduanya tidak hanya sebatas proses belajar akting. Mereka justru saling bertukar pengetahuan sesuai bidang masing-masing.

1 day ago
4





















