Anak Shireen Sungkar Idap Autisme, Baru Ketahuan Saat Umur 3 Tahun

2 weeks ago 6

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:28 WIB

Jakarta, VIVA – Kabar mengenai kondisi anak bungsu Shireen Sungkar menjadi perhatian publik setelah sang aktris secara terbuka menceritakan perjalanan keluarganya menghadapi diagnosis autisme. Istri Teuku Wisnu itu mengungkap bahwa putrinya, Cut Shafiyyah, baru dipastikan mengidap autisme saat berusia tiga tahun.

Pengakuan tersebut membuka kisah emosional yang selama ini jarang diketahui publik. Shireen Sungkar mengaku telah lama menyadari adanya perkembangan yang berbeda pada putri bungsunya. Meski demikian, setiap kali berkonsultasi dengan tenaga medis, ia selalu mendapat penjelasan bahwa sang anak tidak menunjukkan tanda-tanda autisme.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepastian diagnosis baru diterima ketika Cut Shafiyyah menginjak usia tiga tahun. Momen tersebut menjadi salah satu fase paling berat yang pernah dialami Shireen sebagai seorang ibu.

"Umur tiga tahun baru ada diagnosis (autisme) itu. Waktu itu kayak bingung mencernanya, autis itu apa, harus ngapain, terapinya seperti apa?" ungkap Shireen Sungkar, mengutip video di kanal YouTube The Sungkars Family, Rabu 1 Juli 2026.

Mendengar diagnosis tersebut, Shireen Sungkar mengaku sempat kehilangan arah. Ia belum memahami secara menyeluruh mengenai autisme, termasuk langkah yang harus diambil untuk mendampingi tumbuh kembang putrinya. Kebingungan itu kemudian berubah menjadi rasa bersalah yang terus menghantuinya.

Menurut Shireen Sungkar, reaksi tersebut kemungkinan juga dirasakan banyak ibu ketika pertama kali mengetahui buah hatinya memiliki kebutuhan khusus. Ia mengaku berkali-kali mempertanyakan penyebab kondisi yang dialami Cut Shafiyyah, bahkan mengaitkannya dengan berbagai hal yang terjadi selama masa kehamilan hingga proses pengasuhan.

"Aku nyalahin diriku banyak banget, 'Apa aku salah makan pas hamil, apa aku stres pas hamil? Apa aku salah ngedidiknya?' aku nyalahin akunya banyak banget," kata Shireen Sungkar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perasaan bersalah itu membuatnya sulit menerima kenyataan. Bahkan, pada masa-masa awal setelah diagnosis, Shireen mengaku kerap membandingkan perkembangan putrinya dengan anak-anak lain seusianya. Hal tersebut semakin memperberat beban emosional yang ia rasakan.

"Fase awal berat, berat banget pada saat itu, karena untuk mengiyakan dan menerima takdir itu nggak gampang," tutur Shireen Sungkar.

Halaman Selanjutnya

Di tengah pergulatan batin tersebut, Shireen akhirnya memperoleh sudut pandang baru setelah berbincang dengan seorang ustaz. Nasihat yang diterimanya perlahan membantu dirinya menerima kondisi sang putri dengan hati yang lebih lapang.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |