Anwar Ibrahim Sebut Malaysia Jadi 'Mak Comblang' Negara-negara Arab ke Iran

3 hours ago 1

Jumat, 17 April 2026 - 09:31 WIB

VIVA – Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengisyaratkan bahwa Malaysia dapat memainkan peran dalam mengakhiri konflik di Timur Tengah, dengan mengatakan para pemimpin dari negara-negara Teluk telah menggunakan negaranya sebagai saluran untuk berkomunikasi dengan kepemimpinan Iran.

"Banyak kolega saya di Teluk dan di dunia Arab telah meminta pandangan dan bantuan kami untuk menyampaikan kekhawatiran mereka," kata Datuk Seri Anwar pada 16 April dalam briefing bersama dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di ibu kota administratif Malaysia, Putrajaya dilansir Straitstimes, Jumat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anwar menegaskan kembali komitmen Malaysia terhadap kebebasan navigasi setelah penutupan Selat Hormuz selama hampir tujuh minggu, yang telah mengganggu pasokan energi dan menaikkan harga.

Ia menambahkan bahwa negaranya juga “menginginkan jaminan dari negara-negara, termasuk negara-negara besar, untuk mengakhiri permusuhan, serangan, dan bahkan sanksi terhadap negara lain”.

Ia mengatakan Malaysia, sebagai pihak netral, telah berdialog dengan semua pihak, mencatat hubungannya dengan Rusia sambil mempertahankan AS sebagai investor terbesarnya. Malaysia memiliki hubungan kerja sama yang telah lama terjalin dengan Iran.

Anwar mengatakan Malaysia akan memprioritaskan Australia untuk kelebihan pasokan diesel setelah kebutuhan domestik terpenuhi, karena kendala pasokan melanda negara-negara pertanian utama di Asia.

Ia mengatakan perusahaan minyak negara Petroliam Nasional (Petronas) telah menjamin kebutuhan Australia akan diprioritaskan, tetapi memperingatkan bahwa pasokan Malaysia akan "tidak memadai dalam jangka menengah".

Malaysia menjadi salah satu negara yang diizinkan Iran melintasi Selat Hormuz pada akhir Maret lalu -- di tengah memanasnya Teluk karena agresi AS-Israel. Kabar baik ini diumumkan oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim setelah serangkaian pembicaraan tingkat tinggi dengan pihak terkait.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anwar mengakui sebelumnya telah menghubungi Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk meminta 'izin' melintasi selat yang tengah dilanda perang itu. Ia berdalih memiliki hubungan baik dengan Iran. "Untungnya hubungan kita baik dengan Iran itu. Sekarang baru orang tahu," kata Anwar Ibrahim 

Menurut Anwar, hubungan baik Malaysia–Iran yang sebelumnya dikritik sebagian pihak justru menjadi kunci. Dalam satu panggilan telepon, Presiden Iran disebut langsung memerintahkan agar kapal-kapal Malaysia, termasuk milik Petronas, dilepaskan.

Halaman Selanjutnya

Anwar menilai diplomasi ini penting karena di tengah lonjakan biaya asuransi dan pengiriman, Malaysia tetap bisa memastikan pasokan minyak tiba di dalam negeri, sementara sejumlah negara lain mengalami penjatahan BBM. Ia menegaskan keberhasilan ini bukan faktor pribadi, melainkan hasil prinsip politik luar negeri Malaysia yang menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |