Syekh Ahmad Al Misry Diduga Ajak Korban Tonton Video Tak Senonoh, Dalihnya Seret Imam Syafi'i

4 days ago 3

Jumat, 17 April 2026 - 09:15 WIB

Jakarta, VIVA – Kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis yang menyeret nama Syekh Ahmad Al Misry kembali menjadi sorotan publik. 

Sejumlah pengakuan dari korban mulai terungkap ke publik, menunjukkan sekaligus membongkar pola pendekatan yang diduga dilakukan pelaku hingga tindakan yang mengejutkan dan memicu keprihatinan luas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perwakilan korban, Ustaz Abi Makki, mengungkap bahwa masalah ini sejatinya bukan hal baru. Ia menyebut, kasus tersebut pernah ditangani secara internal pada 2017. 

Dalam proses itu, pelaku dikabarkan telah menyampaikan permintaan maaf di hadapan para guru. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa dampak dari kasus tersebut masih membekas dan kini kembali mencuat ke publik.

Salah satu pengakuan yang paling mengejutkan adalah dugaan bahwa korban pernah diajak menyaksikan tayangan tidak senonoh. Hal tersebut semakin menuai kecaman karena disertai dengan alasan yang dinilai tidak masuk akal dengan menyeret nama Imam Syafi'i.

"Ada beberapa korban yang diajak menyaksikan tayangan yang tidak baik. Setelah itu, 'Kok nonton ini?' Jawabannya, 'Kalau Imam Syafi'i ada, dia juga pasti nonton ini gitu.' Ini ngeri sekali, ini sama sekali tidak diterima. Seperti itu, ngeri sekali," kata Ustaz Abi Makki, mengutip tayangan Youtube, Kamis 16 April 2026.

Tak hanya itu, UstazAbi Makki juga menyoroti dugaan penggunaan narasi agama untuk meredam penolakan dari korban. Pernyataan tersebut dinilai sangat sensitif karena menyangkut figur-figur penting dalam sejarah Islam.

"(kata Syekh Ahmad Al Misry ke korban) 'Rasulullah saja melakukan hal ini dengan Ali bin Abi Thalib," ucap Ustaz Abi Makki.

"(Ucapan) Itu yang membuat kami tidak bisa menerimanya," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ustaz Abi Makki menjelaskan bahwa pendekatan Syekh Ahmad Al Missry kerap diawali dengan menawarkan peluang belajar ke luar negeri, khususnya ke Mesir. Tawaran tersebut dinilai sangat menarik bagi para santri yang memiliki impian menimba ilmu di Timur Tengah.

"Disampaikan bahwa, mau gak belajar ke ke Mesir? Ya namanya santri, harapannya pengin lah belajar di Timur Tengah. Ataupun kalau dengan hafiz Quran bersanad, sanad itu ke Rasulullah. Kan ada suatu kebanggaan," cerita Ustaz Abi Makki.

Halaman Selanjutnya

Namun, harapan tersebut berubah menjadi pengalaman yang mengejutkan bagi para korban ketika dugaan tindakan tidak pantas mulai terjadi. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |