Amnesty International: Trump, Putin dan Netanyahu "Predator Rakus"

2 days ago 5

Selasa, 21 April 2026 - 13:44 WIB

VIVA – Organisasi hak asasi manusia Amnesty International menilai para pemimpin dari tiga negara yang terlibat dalam perang besar saat ini telah menginspirasi negara lain melakukan pelanggaran serupa. Dalam laporan tahunan kondisi HAM dunia yang dirilis Selasa, 21 April 2026, Amnesty menyebut Amerika Serikat, Rusia dan Israel berada di garis depan dalam kemerosotan perlindungan hak asasi manusia secara global.

Kepala Amnesty, Agnes Callamard, menggambarkan para pemimpin ketiga negara tersebut, Donald Trump, Vladimir Putin dan Benjamin Netanyahu sebagai "predator rakus" yang berniat mendominasi secara ekonomi dan politik melalui perang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Lingkungan global di mana keganasan primitif dapat berkembang telah lama terbentuk," tulis Callamard dalam pengantar laporan setebal sekitar 400 halaman tersebut, dilansir Al Jazeera, Selasa. 

Ia menilai bahwa pada 2025 telah terjadi "perubahan haluan tajam dari tatanan internasional yang telah dibayangkan dari puing-puing Holocaust dan kehancuran total perang dunia, dan dibangun secara perlahan dan menyakitkan, meskipun tidak memadai, selama 80 tahun terakhir ini."

Presiden AS Donald Trump dan Netanyahu umumkan 20 kesepakatan damai di Gaza

Dalam konferensi pers di London sehari sebelumnya, Callamard mengatakan sebagian besar pemerintah dunia justru cenderung menenangkan para "predator" tersebut ketimbang menghadapi mereka secara langsung.

"Beberapa bahkan berpikir untuk meniru para penindas dan penjarah," katanya.

Namun ia menilai Spanyol menjadi pengecualian di Eropa karena secara terbuka mengkritik genosida Israel terhadap warga Palestina di Gaza serta serangan AS–Israel terhadap Iran. Menurutnya, sikap itu membuat Spanyol "berdiri di atas standar ganda yang menghancurkan sistem internasional".

Callamard berpendapat bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden AS Donald Trump, dan Presiden Rusia Vladimir Putin telah memberi dampak yang "sangat dramatis" terhadap situasi global, terutama sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perilaku mereka, kata Callamard, "memberi semangat kepada semua orang yang tergoda oleh perilaku serupa. Hal itu memungkinkan perkalian peniru di seluruh dunia, dan oleh karena itu apa yang kita hadapi sekarang jauh lebih agresif dan ganas daripada apa yang harus kita hadapi tiga atau empat tahun yang lalu."

Praktik Otoriter Meluas

Halaman Selanjutnya

Dalam laporannya, Amnesty menggambarkan situasi HAM global sebagai sangat suram. "Praktik otoriter telah meningkat di seluruh dunia," demikian bunyi laporan tersebut, yang merinci dugaan pelanggaran di berbagai negara dari Afghanistan hingga Zimbabwe.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |