Jakarta, VIVA – Mobil modern saat ini dibekali berbagai fitur canggih untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan selama perjalanan. Namun, kelengkapan teknologi ternyata bukan jaminan mutlak perjalanan akan selalu aman jika pengemudi tidak memahami kondisi jalan dan karakter kendaraan yang digunakan.
Momen long weekend yang beberapa kali terjadi sepanjang Mei 2026 diprediksi membuat arus kendaraan menuju kawasan wisata meningkat tajam. Situasi macet panjang di jalur menanjak pun menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi pengemudi yang kurang terbiasa menghadapi kondisi lalu lintas padat di daerah pegunungan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di tengah kondisi tersebut, fitur pendukung seperti Electronic Parking Brake atau EPB dan Hill Hold Control mulai dianggap penting oleh sebagian pengguna mobil. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu pengemudi menjaga kendaraan tetap stabil ketika berhenti di tanjakan atau saat harus berjalan perlahan dalam antrean panjang. Kehadirannya mampu membantu mengurangi rasa lelah pengemudi ketika menghadapi kemacetan panjang saat perjalanan liburan bersama keluarga.
Electronic Parking Brake menggantikan model rem parkir konvensional berbentuk tuas manual. Pengemudi cukup menarik tombol kecil untuk mengaktifkan rem parkir tanpa harus mengeluarkan tenaga besar seperti pada sistem mekanis lama.
Selain membuat kabin terlihat lebih modern, sistem tersebut juga membantu pengemudi lebih fokus mengendalikan kendaraan. Saat kondisi lalu lintas stop and go di jalan menanjak, penggunaan rem parkir elektrik dianggap lebih praktis dan cepat.
“Grand Vitara merupakan model perdana yang menggunakan Electronic Parking Brake bagi lini produk Suzuki di Indonesia. Pengoperasiannya sederhana, mekanismenya meyakinkan, serta tuasnya menambah kesan mewah dalam kabin,” ujar Head of Marketing 4W PT Suzuki Indomobil Sales, Yulius Purwanto, dikutip VIVA Otomotif dari keterangan resmi, Kamis 14 Mei 2026.
Grand Vitara Hybrid
Photo :
- PT Suzuki Indomobil Sales
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain EPB, fitur Hill Hold Control juga menjadi perhatian karena mampu menahan mobil beberapa detik agar tidak mundur saat berpindah dari pedal rem ke akselerator di tanjakan. Fitur ini cukup membantu terutama ketika kendaraan berada di jalur wisata dengan kontur jalan yang menantang.
Meski demikian, teknologi tetap tidak bisa menggantikan peran pengemudi sepenuhnya. Kesalahan membaca situasi jalan, menjaga jarak terlalu dekat, hingga penggunaan akselerasi yang berlebihan tetap berpotensi memicu kecelakaan meski mobil sudah memiliki fitur modern.
Halaman Selanjutnya
“Penggunaan fitur perlu disertai pemahaman kondisi jalan, termasuk saat menghadapi tanjakan ekstrem, jalan licin, atau beban kendaraan penuh. Pengemudi tetap perlu mengatur akselerasi secara bijak serta menjaga jarak aman,” kata Yulius.

4 hours ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)