Dasco Bantah Isu Gerindra Fusi dengan Nasdem

2 days ago 5

Selasa, 21 April 2026 - 14:01 WIB

Jakarta, VIVA – Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menegaskan partainya tidak pernah membahas rencana fusi atau penggabungan partai dengan Nasdem.

"Ya seperti yang disampaikan oleh Nasdem bahwa itu kita tidak pernah ada pembicaraan seperti itu," kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 21 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dasco bahkan mengatakan pihaknya bingung karena muncul isu fusi dengan Nasdem. Padahal, tidak pernah ada pembicaraan terkait rencana fusi tersebut di dalam internal partai.

"Kita juga apa namanya? Begitu dengar juga kita bingung sumbernya dari mana, tapi karena Nasdem juga sudah duluan menjelaskan karena subjeknya Nasdem, ya kita pikir sudah cukup," jelas dia.

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya mengatakan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh sejatinya menawarkan konsep political bloc (blok politik), alih-alih merger ataupun fusi dengan partai politik lainnya.

Pernyataan itu disampaikan Willy merespons isu Partai NasDem akan merger dengan Partai Gerindra.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Nasdem Willy Aditya

Photo :

  • VIVA/Supriadi Maud

"Apa yang ditawarkan oleh seorang Surya Paloh adalah political bloc. Blok politik, bukan merger," ucap dia ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Selasa, 14 April 2025.

Dia mengatakan political bloc merupakan bagian dari rekayasa politik (political engineering) sebagai upaya mengadang kecenderungan hubungan partai politik dewasa ini yang transaksional.

"Kan selama ini transaksional banget, ya. Nah, kita membutuhkan sebuah political bloc yang solid dari atas sampai ke bawah, begitu. Pemahamannya jangan merger, dong," katanya.

Ia menyayangkan pihak yang memakai narasi merger. Menurut dia, istilah itu tidak tepat dipadukan dalam konteks politik.

Willy mengakui lanskap politik Indonesia pernah diwarnai fusi atau peleburan kepartaian, tetapi hal itu dilakukan atas dasar keputusan negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita pernah punya tradisi fusi kepartaian, tapi itu di-drive (didorong) dari atas oleh kekuasaan. Penggabungan partai hanya dua: partai-partai Islam menjadi PPP, partai-partai nasionalis menjadi PDI," tutur dia.

Ia menilai pihak yang menggunakan narasi merger gagal membaca gagasan Surya Paloh yang menurut dia penuh dengan pertimbangan reflektif.

Halaman Selanjutnya

"Dia (pihak yang menggunakan narasi merger) harusnya menangkap Pak Surya itu orang yang berpikir out of the box (lain dari biasanya). Kan kita selama ini berpikir cuma sekretariat bersama, partai koalisi. Koalisi itu dalam proses kandidasi. Sementara di dalam government (pemerintahan), kita tidak mengenal koalisi," kata dia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |