Minggu, 12 April 2026 - 10:36 WIB
VIVA – Negosiasi tingkat tinggi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berlangsung selama hampir 21 jam di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan pada Sabtu 11 April 2026.
Kedua pihak dilaporkan gagal menjembatani perbedaan utama terkait program nuklir, sanksi, dan isu keamanan regional.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance yang memimpin delegasi Washington mengatakan bahwa pembicaraan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan, sementara pihak Iran menilai tuntutan AS terlalu berlebihan dan melanggar hukum.
Wakil Presiden AS JD Vance
JD Vance menyatakan bahwa meski diskusi telah dilakukan secara intensif, namun belum ada titik temu yang bisa dicapai dengan Teheran. Ia menegaskan bahwa isu utama yang menjadi penghambat adalah komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir maupun kemampuan yang memungkinkan percepatan pembuatannya.
“Kami belum mencapai kesepakatan, dan saya pikir ini lebih merugikan Iran dibandingkan Amerika Serikat. Jadi kami kembali ke Amerika tanpa kesepakatan,” kata dia dikutip dari live streaming Al Jazeerah, Minggu 12 April 2026.
Tuntutan AS dianggap berlebihan oleh Iran
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Iran menyampaikan keberatan terhadap pendekatan Washington yang dinilai mengajukan tuntutan berlebihan. Teheran menegaskan bahwa kesepakatan tidak akan tercapai jika AS tetap memaksakan syarat yang dianggap melanggar hak dan kepentingan nasional Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengungkapkan bahwa pembahasan selama 24 jam terakhir mencakup berbagai isu sensitif, mulai dari program nuklir, pencabutan sanksi, hingga persoalan Selat Hormuz dan ganti rugi perang.
Delegasi perunding Iran yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf (kiri)
Meski demikian, Iran menyatakan bahwa jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup.
Pembicaraan di Islamabad sendiri dinilai sebagai momen diplomatik yang signifikan, mengingat keterlibatan langsung pejabat tinggi Amerika Serikat dan Iran setelah bentrokan militer.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di tengah kegagalan ini, fokus utama Amerika Serikat tetap pada upaya mencegah Iran memperoleh kemampuan senjata nuklir. Sementara itu, Iran menekankan pentingnya pencabutan sanksi serta pengakuan atas hak dan kepentingan nasionalnya sebagai bagian dari kesepakatan yang adil.
Kegagalan mencapai kesepakatan berpotensi meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan, terutama mengingat pentingnya jalur strategis seperti Selat Hormuz dalam perdagangan global. Namun, fakta bahwa komunikasi masih berlanjut memberi sinyal bahwa peluang diplomasi tetap terbuka.
Perundingan Gencatan Senjata Iran-AS akan Diperpanjang Sehari
Iran dan AS memulai pembicaraan di Islamabad pada Sabtu setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Teheran tentang gencatan senjata selama dua minggu
VIVA.co.id
12 April 2026

2 weeks ago
14



























