California, VIVA – Apple resmi menaikkan harga sejumlah produk andalannya, termasuk lini Mac dan iPad. Keputusan ini diambil setelah perusahaan menghadapi lonjakan biaya komponen memori yang dipicu tingginya permintaan dari industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Selama beberapa bulan terakhir, Apple berupaya mempertahankan harga produknya meski pasar semikonduktor mengalami tekanan. Namun, perusahaan akhirnya mengakui bahwa kenaikan biaya produksi sudah tidak bisa lagi ditanggung tanpa penyesuaian harga jual.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dikutip VIVA Otomotif dari 9to5mac, Senin 29 Juni 2026, CEO Apple Tim Cook mengatakan kenaikan harga menjadi langkah yang tidak bisa dihindari. Menurutnya, Apple telah berusaha menyerap lonjakan biaya dari pemasok agar tidak langsung dibebankan kepada konsumen.
"Kami telah berusaha melindungi pelanggan dari kenaikan biaya, tetapi situasinya sudah tidak berkelanjutan," ujar Cook.
Tekanan terbesar datang dari meningkatnya kebutuhan chip memori untuk pusat data AI. Perusahaan teknologi di seluruh dunia saat ini berlomba membangun infrastruktur AI berskala besar, sehingga permintaan terhadap komponen memori melonjak drastis.
Akibatnya, harga berbagai jenis memori mengalami kenaikan tajam. Salah satu contohnya adalah modul DDR5 32 GB yang dalam setahun terakhir dilaporkan mengalami kenaikan harga hingga beberapa kali lipat di pasar konsumen.
Bagi Apple, dampaknya bisa lebih besar karena perusahaan menggunakan memori dengan spesifikasi tinggi yang terintegrasi langsung ke dalam chipset. Proses tersebut membuat biaya produksinya lebih mahal dibanding penggunaan modul memori konvensional yang dapat dipasang terpisah.
Kenaikan harga saat ini juga belum tentu menjadi yang terakhir. Sejumlah analis memperkirakan harga chip memori masih akan terus meningkat pada paruh kedua 2026 seiring ekspansi pusat data AI yang belum menunjukkan tanda-tanda melambat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Apple sendiri berharap pasokan memori dapat membaik dalam beberapa tahun ke depan. Salah satu harapannya berasal dari pembangunan pabrik memori baru oleh produsen semikonduktor yang diperkirakan mulai beroperasi secara bertahap hingga akhir dekade ini.
Selain itu, Apple juga disebut tengah berupaya membuka akses terhadap pemasok memori tambahan agar tidak hanya bergantung pada produsen yang saat ini juga memasok kebutuhan industri AI.
Halaman Selanjutnya
Bagi konsumen, kondisi ini membuat harga perangkat elektronik berpotensi tetap tinggi dalam beberapa tahun mendatang. Meski demikian, pengguna yang perangkatnya masih berfungsi dengan baik tidak perlu terburu-buru melakukan pembaruan hanya karena kekhawatiran harga akan terus naik.

2 weeks ago
7











