AS dan China Hampir Perang Gara-Gara Laporan AI

1 day ago 8

Senin, 21 September 2026 - 06:20 WIB

VIVA –Laporan intelijen yang beredar di kalangan militer Amerika Serikat (AS) pada musim semi tahun ini membuat para pejabat langsung waspada. Saat itu, AS tengah berperang dengan Iran. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa sebuah kapal China di Timur Tengah diduga membawa komponen yang berkaitan dengan program senjata nuklir.

Militer AS kemudian menyiapkan operasi untuk mencegat kapal tersebut, menurut empat sumber yang mengetahui kejadian itu. Dua sumber mengatakan sejumlah personel militer AS bahkan sudah bersiap untuk menaiki kapal sambil membawa senjata. Pesawat militer juga telah dikerahkan untuk mendukung operasi tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, menjelang operasi dilakukan, para pejabat memeriksa lebih lanjut laporan yang dibuat oleh seorang analis dari komando operasi khusus. Dari pemeriksaan itu terungkap bahwa laporan tersebut disusun dengan bantuan kecerdasan buatan (AI).

Masalahnya, chatbot yang digunakan analis ternyata salah mengidentifikasi barang yang dibawa kapal tersebut. Hingga saat ini belum diketahui barang apa yang sebenarnya dibawa kapal itu dan keliru diidentifikasi oleh chatbot.

Melansir laporan eksklusif yang dirilis CNN Internasional, Senin 21 September 2026, laporan tersebut sepenuh salah dan hamper memicu perang antara AS dan China. Untuk diketahui, setiap operasi AS terhadap kapal China berpotensi berkembang menjadi konflik bersenjata antara kedua negara.

Di lingkungan militer dan komunitas intelijen AS, para pejabat kini berupaya mengintegrasikan AI ke hampir seluruh aspek pekerjaan mereka. Penggunaannya mulai dari menganalisis volume besar data intelijen mentah yang dikumpulkan AS dan menentukan target serangan, hingga kebutuhan yang lebih rutin seperti mengelola anggaran, logistik, dan rantai pasokan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Risiko Besar Penggunaan AI 

Insiden tersebut menunjukkan besarnya risiko penggunaan teknologi yang masih tergolong baru, kuat, dan relatif belum dipahami sepenuhnya untuk menentukan target di tengah perang. Para analis telah lama mengkhawatirkan AI dapat menyebabkan kesalahan perhitungan yang berujung pada bencana jika negara-negara mengandalkan data yang buruk atau telah terkontaminasi. Kesalahan semacam itu bahkan dapat membuat AS menembaki kapal China berdasarkan informasi yang tidak akurat.

Halaman Selanjutnya

Dalam kasus ini, analis tersebut menggunakan chatbot untuk menelaah sejumlah laporan intelijen mengenai manifes kapal. Informasi itu berasal dari Komando Operasi Khusus AS Pasifik yang berbasis di Hawaii. Tidak diketahui apakah chatbot tersebut merupakan layanan komersial yang tersedia untuk umum atau produk yang dikembangkan pemerintah AS.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |