loading...
AS dan Iran saling serang lagi, apakah masih ada harapan perdamaian di Timur Tengah. Foto/X
TEHERAN - Komando Pusat AS (Centcom) mengatakan menyerang beberapa target di seluruh Iran sebagai tanggapan langsung terhadap "agresi berkelanjutan" terhadap pelayaran komersial. Yang menjadi pertanyaan apakah masih ada harapan perdamaian di Timur Tengah?
Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan telah meluncurkan rudal dan drone ke infrastruktur AS di Kuwait dan Bahrain, dalam sebuah pernyataan yang dibagikan kepada media pemerintah.
Setelah baku tembak tersebut, AS dan Iran saling tuduh melanggar perjanjian gencatan senjata.
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
1. Saling Tuduh, Saling Provokasi
Dalam sebuah pernyataan, Centcom mengatakan, "Iran diberi kesempatan untuk menghormati perjanjian gencatan senjata tetapi memilih untuk tidak melakukannya ketika pasukannya meluncurkan serangan drone satu arah yang mengenai MT Kiku," sebuah kapal tanker berbendera Panama.
Sebagai tanggapan, Centcom mengatakan, jet tempur AS melakukan serangan terhadap 10 target militer Iran di beberapa lokasi di dalam dan dekat Selat Hormuz. Ini termasuk peralatan militer, sistem komunikasi, situs pertahanan udara, dan fasilitas penyimpanan drone.
Dalam pernyataan IRGC, disebutkan bahwa AS telah menyerang lima pos pesisir di Iran dengan apa yang disebutnya "dalih Angkatan Laut IRGC menghadapi kapal yang melakukan pelanggaran".
Sebagai balasan, IRGC mengatakan telah meluncurkan rudal balistik dan drone ke "delapan infrastruktur utama" di pangkalan Ali al-Salem di Kuwait dan Armada Angkatan Laut Kelima di Port Salman, Bahrain, "menghancurkannya".
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa tidak ada laporan korban jiwa AS atau dampak besar atau kerusakan pada fasilitas AS di Timur Tengah.
IRGC menyatakan bahwa berdasarkan Nota Kesepahaman yang ditandatangani awal bulan ini, Iran memiliki pengaturan untuk mengendalikan lalu lintas dan navigasi di Selat Hormuz, dan mulai sekarang, kapal-kapal yang melanggar akan ditindak lebih keras daripada sebelumnya.
"Setiap potensi agresi musuh, dengan dalih apa pun, bahkan jika agresi tersebut ditujukan pada target kecil, seperti yang terjadi tadi malam dan malam ini, akan mendapat tanggapan yang menghancurkan," demikian bunyi pernyataan tersebut.
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8004128/original/059258800_1780843343-word_media_image4.jpg)