AS Gencar Ingin 'Caplok' Greenland, Menlu Jelaskan Sikap Indonesia

2 hours ago 1

Sabtu, 24 Januari 2026 - 15:57 WIB

Swiss, VIVA – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono menegaskan posisi Indonesia bebas aktif menyusul gejolak nasional terkait ambisi Amerika Serikat (AS) yang ingin mencaplok Greenland

Sugiono menjelaskan ada kepentingan nasional yang harus dijaga di tengah situasi dunia saat ini. Maka dari itu, dia kembali menegaskan bahwa posisi Indonesia non-blok. 

"Intinya kita adalah, kita ada dalam posisi non-aligned. Kita sadar bahwa dunia sekarang sangat dinamis situasinya, namun kita juga harus ingat bahwa ada kepentingan nasional yang harus kita jaga. Oleh karena itu kita selalu berpandangan bahwa apapun yang kita lakukan kita harus berpijak pada kepentingan nasional kita," kata Sugiono kepada wartawan di Bad Ragaz, Swiss, Jumat, 23 Januari 2026.

Indonesia, disebut Sugiono berharap perdamaian dan stabilitas dunia tetap terjaga. Hal ini juga sesuai dengan pernyataan Presiden RI Prabowo dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis, 22 Januari 2026.

"Kita mengharapkan perdamaian, kita mengharapkan stabilitas seperti yang disampaikan juga kemarin oleh Bapak Presiden. Bahwa tanpa stabilitas, tanpa perdamaian tidak mungkin mencapai suatu keadaan yang di mana dunia ini makmur, di mana masyarakatnya makmur. Jadi saya kira itu yang menjadi posisi kita," tutur Sugiono.

Sebelumnya diberitakan, Prabowo menekankan pentingnya perdamaian dan stabilitas saat menyampaikan pidato di acara WEF 2026 Davos. 

Menurut dia, perdamaian dan stabilitas itu merupakan aset yang paling berharga di tengah tantangan zaman ke depan, di mana kepercayaan antarbangsa, antarlembaga, dan antarmasyarakat yang kian rapuh.

Pertumbuhan dan kemakmuran suatu bangsa dan negara juga tidak akan tercipta tanpa perdamaian dan stabilitas yang menjadi prasyarat utamanya.

"Tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian," tutur Prabowo.

Ia mencontohkan perdamaian dan stabilitas di Indonesia yang tetap terjaga. Menurutnya hal itu bukan terjadi secara kebetulan dan keberuntungan.

"Itu terjadi karena kami, Indonesia, telah dan akan selalu terus memilih persatuan di atas fragmentasi, persahabatan dan kolaborasi di atas konfrontasi, dan selalu persahabatan di atas permusuhan," ungkap dia.

Terlepas dari perdamaian dan stabilitas dalam negeri, Prabowo menegaskan bahwa kredibilitas Indonesia di mata internasional juga tidak serta merta didapatkan. Melainkan diperoleh dengan susah payah selama bertahun-tahun dan terjaga hingga kini, sebab akan mahal harganya bila kredibilitas tersebut hilang.

Halaman Selanjutnya

"Indonesia dalam sejarah kami tidak pernah sekalipun gagal bayar utang. Tidak pernah sekalipun. Rezim yang menggantikan selalu membayar utang dari rezim sebelumnya. Presiden akan selalu menghormati utang dari pemerintahan sebelumnya," pungkas Prabowo.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |