Minggu, 12 April 2026 - 15:00 WIB
VIVA –Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung selama 21 jam di Islamabad akhirnya berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan apa pun.
Setelah itu, Wakil Presiden AS, JD Vance, dilaporkan memperpanjang masa tinggalnya di Islamabad atas permintaan pemerintah Pakistan. Mengutip sumber pemerintah Pakistan yang disampaikan kepada Anadolu pada Minggu, 12 April 2026, perpanjangan tersebut berkaitan dengan akan dilanjutkannya kembali perundingan antara AS dan Iran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berdasarkan sumber tersebut, awalnya Vance dijadwalkan berangkat pada Minggu pagi. Ia kemudian mengubah rencana keberangkatannya karena Islamabad menginginkan kehadiran tingkat tinggi dalam pembicaraan tersebut guna mencapai kesepakatan potensial, tambah mereka.
Iran dan AS telah sepakat untuk menggelar putaran pembicaraan berikutnya pada Minggu sore, menyusul usulan dari mediator Pakistan.
Putaran selanjutnya ini akan menjadi bagian dari negosiasi trilateral yang melibatkan Iran, AS, dan Pakistan, sebagai upaya berkelanjutan untuk mencapai kerangka kesepakatan guna mengakhiri permusuhan.
Keputusan tersebut diambil setelah beberapa putaran sebelumnya yang melibatkan pejabat tinggi berakhir di Islamabad, termasuk Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, pejabat senior keamanan Ali Bagheri Kani, serta Wakil Presiden AS, Steve Witkoff, dan Jared Kushner.
Setelah pertemuan tersebut, kedua pihak melanjutkan komunikasi secara tidak langsung, termasuk dengan saling bertukar dokumen tertulis. Putaran berikutnya diperkirakan berlangsung setelah matahari terbit pada Minggu, sementara para pejabat dan tim media masih menunggu perkembangan terbaru dari lokasi perundingan.
Delegasi AS juga mencakup utusan khusus Presiden AS Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, serta penasihat senior sekaligus menantu Trump, Jared Kushner.
Delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, dengan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan pejabat senior keamanan Ali Bagheri Kani turut serta.
Para pejabat senior Pakistan memfasilitasi pembicaraan ini, menempatkan Islamabad sebagai mediator kunci dalam proses tersebut.
Media Iran menyebut negosiasi telah memasuki fase sensitif, dengan tim ahli bekerja di tingkat teknis melalui komite-komite khusus.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Negosiasi AS-Iran Buntu, Vance Klaim Kegagalan Kesepakatan Lebih Merugikan Teheran
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), J.D. Vance mengatakan, kegagalan mencapai kesepakatan antara AS dan Iran dinilai lebih merugikan Teheran dibandingkan Washington.
VIVA.co.id
12 April 2026

2 weeks ago
12



























