Selasa, 10 Februari 2026 - 09:04 WIB
VIVA – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendesak kapal-kapal berbendera Amerika untuk tetap berada "sejauh mungkin" dari perairan Iran. Peringatan baru dari Administrasi Maritim AS ini muncul setelah putaran pertama pembicaraan tidak langsung antara Washington dan Teheran.
Amerika Serikat telah mengeluarkan pedoman baru kepada kapal-kapal berbendera AS yang melintasi Selat Hormuz, menyerukan agar mereka menjauhi perairan teritorial Iran di tengah ketegangan antara Washington dan Teheran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Peringatan tersebut, yang dirilis oleh Administrasi Maritim AS pada hari Senin, juga mendesak para kapten kapal Amerika untuk tidak memberikan izin kepada pasukan Iran untuk menaiki kapal AS.
"Jika pasukan Iran menaiki kapal komersial berbendera AS, awak kapal tidak boleh melawan secara paksa pihak yang menaiki kapal. Menahan diri dari perlawanan paksa tidak berarti persetujuan atau kesepakatan terhadap penaiki kapal tersebut," bunyi pedoman tersebut.
"Disarankan agar kapal-kapal komersial berbendera AS yang melintasi perairan ini tetap berada sejauh mungkin dari laut teritorial Iran tanpa mengorbankan keselamatan navigasi. Saat melintasi Selat Hormuz ke arah timur, disarankan agar kapal-kapal melintasi dekat dengan laut teritorial Oman."
Rekomendasi tersebut muncul setelah AS dan Iran mengadakan putaran pembicaraan tidak langsung di Oman pada hari Jumat, menyusul retorika dan ancaman yang meningkat selama beberapa minggu yang membawa kedua negara ke ambang perang.
Disisi lain, AS telah mengumpulkan aset militer di kawasan tersebut, dengan Presiden AS Donald Trump secara teratur mengancam akan melancarkan serangan baru terhadap Iran, yang mengalami gelombang protes anti-pemerintah bulan lalu.
Pada bulan Desember 2025, Trump mengatakan Washington akan menyerang Iran jika negara itu berupaya membangun kembali program nuklir dan rudalnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pasukan AS telah membom tiga fasilitas nuklir utama Iran selama perang Juni 2025, yang dimulai oleh Israel di tengah pembicaraan yang sedang berlangsung antara Teheran dan Washington pada saat itu.
Para pejabat Iran mengatakan bahwa negosiasi saat ini "sepenuhnya tentang nuklir", tetapi pemerintahan Trump telah mengisyaratkan bahwa mereka juga ingin membahas persenjataan rudal Iran dan dukungan Teheran untuk aktor non-negara di kawasan itu, seperti Hizbullah dan Hamas.
Halaman Selanjutnya
Di bidang nuklir, poin penting dalam negosiasi sebelumnya adalah apakah Iran – yang membantah berupaya memiliki senjata nuklir – akan diizinkan untuk memperkaya uranium di dalam negeri.

2 hours ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483201/original/035595200_1769341364-WhatsApp_Image_2026-01-25_at_17.53.37.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5256901/original/039184800_1750294371-ChatGPT_Image_Jun_19__2025__07_35_10_AM.jpg)



