Selasa, 22 September 2026 - 15:58 WIB
Washington, VIVA – Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengatakan seluruh maskapai komersial Iran akan menghentikan operasinya secara global mulai Rabu 23 September, sebagai bagian dari sanksi sekunder atas isolasi penerbangan sipil Iran.
"Pada 23 September 2026, semua maskapai penerbangan Iran akan dihentikan operasinya di seluruh dunia," kata Bessent kepada jaringan televisi CNBC.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bandara internasional yang memaksa untuk tetap melayani pesawat Iran, lanjut Bessent, akan menghadapi risiko dengan dikeluarkan sepenuhnya dari sistem perbankan Amerika.
Dia memperingatkan operator asing tidak dapat mengisi bahan bakar pesawat, menyediakan fasilitas pendaratan, maupun menjual tiket penumpang bagi pesawat Iran tanpa berisiko kehilangan akses ke sistem kliring dolar AS.
Pejabat Iran belum mengeluarkan tanggapan publik terkait rencana pembatasan penerbangan tersebut.
Bessent juga memperingatkan kepada pihak ketiga yang membantu Iran bahwa AS telah mengidentifikasi perantara keuangan yang memfasilitasi transaksi tersebut.
"Kami telah mengetahui pihak-pihak yang membantu (Iran) di seluruh dunia. Kami tahu siapa mereka. Mereka juga tahu posisi mereka dan kami akan menghentikannya," tegasnya.
Terkait kemungkinan penegakan sanksi oleh China, Bessent menegaskan hal itu telah dibahas dalam pertemuan.
Dia mencatat AS melakukan pembicaraan dengan sejumlah negara secara diam-diam dan di balik layar, tidak dipublikasikan. Bessent menambahkan bahwa otoritas keuangan China, termasuk Gubernur Bank Rakyat Tiongkok Pan Gongsheng, tetap terlibat dalam proses tersebut.
Bessent tidak menjelaskan berapa lama dan seberapa kuat kampanye tekanan ekonomi terhadap Iran akan berlangsung. AS belum dapat memastikan apakah tekanan itu akan berlangsung selama satu pekan, satu bulan, atau enam bulan.
Namun, dia menggambarkan tekanan terhadap Iran saat ini sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Embargo terhadap sektor penerbangan tersebut dilakukan ketika AS meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran melalui Operasi Economic Fury di tengah perang antara AS-Israel dengan Iran yang memasuki bulan ketujuh.
Perang tersebut dimulai sejak akhir Februari lalu, setelah serangkaian serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran. Konflik kemudian memicu gangguan pelayaran di Selat Hormuz, pertukaran serangan rudal di kawasan, serta peningkatan tekanan terhadap jalur perdagangan dan keuangan Iran. (Ant)
Houthi Bikin Konflik Timur Tengah Makin Memanas, Seberapa Kuat dan Benarkah Sulit Dikalahkan?
Perang antara Iran dan Amerika Serikat yang tak kunjung usai membuat sejumlah kota di kawasan itu menjadi sasaran serangan Houthi dan menghantam perekonomian mereka.
VIVA.co.id
22 September 2026

12 hours ago
1





















