Asap Karhutla Kepung 87 Kabupaten/Kota, 3 Juta Warga Jadi Korban Paparan

3 days ago 2

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Jakarta, VIVAAsap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sekitar 3 juta orang terpapar langsung kabut asap karhutla yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat tidak menganggap remeh kondisi tersebut. Warga di wilayah terdampak diminta menggunakan masker dan rutin memantau kualitas udara sebelum beraktivitas di luar rumah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Budi menjelaskan, bahaya utama dari asap karhutla berasal dari partikel halus PM2,5. Partikel berukuran sangat kecil itu dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan.

"Yang pertama untuk karhutla, banyak partikel-partikel, istilahnya PM2,5. Itu banyak bertebaran di udara dan itu sangat mengganggu paru-paru kita, pernapasan kita, banyak penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA," kata Budi di Jakarta, Minggu, 23 Agustus 2026.

Data Kemenkes per Jumat, 21 Agustus 2026 menunjukkan karhutla telah meluas ke 87 kabupaten/kota di tujuh provinsi. Wilayah tersebut yakni Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Dari wilayah tersebut, sekitar 3 juta jiwa yang berada di 37 kabupaten/kota tercatat terpapar langsung kabut asap.

Budi menjelaskan PM2,5 merupakan partikel udara yang dihasilkan dari pembakaran hutan dan lahan dengan ukuran kurang dari 2,5 mikrometer.

Karena ukurannya sangat kecil, partikel tersebut dapat terhirup hingga bagian terdalam paru-paru. Paparan asap kemudian dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi mata, tenggorokan terasa gatal, hingga sesak napas.

Kondisi tersebut juga berisiko memperparah penyakit paru kronis yang sebelumnya telah dialami seseorang.

Kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat yang memiliki riwayat asma dan penyakit paru diminta lebih waspada terhadap paparan asap karhutla.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemenkes mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika kondisi udara mulai dipenuhi asap. Langkah sederhana tersebut dinilai dapat membantu mengurangi paparan partikel berbahaya saat berada di luar ruangan.

Selain memakai masker, masyarakat juga diminta rutin mengecek indeks kualitas udara melalui aplikasi atau layanan resmi. Informasi tersebut penting untuk menentukan apakah kondisi udara masih aman untuk melakukan aktivitas di luar rumah.

Halaman Selanjutnya

Kemenkes juga meminta warga tidak menunggu kondisi memburuk apabila mulai mengalami gangguan kesehatan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |