Asap Masih Ngebul! Terungkap Penyebab Kebakaran TPA Jatiwaringin Sulit Dipadamkan

2 weeks ago 13

Rabu, 1 Juli 2026 - 10:01 WIB

Tangerang, VIVA – Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, hingga Rabu 1 Juli 2026 masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Asap tebal masih terus mengepul dari lokasi, sementara petugas gabungan terus berjibaku mencegah api meluas ke area lainnya.

Berdasarkan hasil asesmen Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kebakaran yang mulai terjadi sejak Selasa 30 Juni 2026 pukul 12.30 WIB itu masih aktif dan berpotensi semakin meluas apabila tidak segera dikendalikan. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa proses pemadaman menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibanding kebakaran biasa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu penyebab utama sulitnya memadamkan api adalah karakteristik material yang terbakar. Berdasarkan hasil penilaian sementara BNPB, sebagian besar titik kebakaran berada pada tumpukan sampah yang mengandung berbagai bahan mudah terbakar. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga merambat ke bagian dalam timbunan sampah sehingga lebih sulit dijangkau petugas.

Selain itu, posisi titik api berada pada tumpukan sampah dengan ketinggian tertentu. Kondisi tersebut membuat kendaraan pemadam maupun personel di lapangan kesulitan mengakses lokasi secara langsung untuk melakukan penyemprotan air secara maksimal.

Situasi diperburuk oleh faktor cuaca. Hembusan angin yang cukup kencang disertai suhu udara yang panas membuat kobaran api lebih cepat menyebar ke berbagai sisi area TPA. Akibatnya, petugas harus bekerja ekstra untuk mengendalikan laju penyebaran api agar tidak semakin meluas.

Melihat kondisi tersebut, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., segera menginstruksikan jajarannya untuk memperkuat penanganan di lapangan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah serta melakukan asesmen lanjutan.

“Upayakan segera dipadamkan,” ujar Suharyanto, dalam keterangan resminya.

Sebagai langkah percepatan, BNPB memutuskan menambah dukungan dari udara dengan mengerahkan helikopter water bombing. Langkah ini dinilai efektif untuk menjangkau titik-titik api yang berada di lokasi sulit diakses oleh petugas darat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kita datangkan dua helikopter water bombing dan jika diperlukan lakukan operasi modifikasi cuaca,” tegas Suharyanto.

Menindaklanjuti arahan tersebut, satu unit helikopter water bombing jenis MI-8AMT dengan registrasi RA-22834 dipindahkan dari Jambi menuju Tangerang pada Rabu 1 Juli 2026. Sebelumnya, armada tersebut digunakan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi.

Halaman Selanjutnya

Helikopter tersebut mampu membawa hingga 4.000 liter air dalam sekali penerbangan untuk dijatuhkan langsung ke titik api yang sulit dijangkau. Dukungan udara ini diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman sekaligus mengurangi risiko meluasnya kebakaran.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |