Asap Titik Api Ganggu Jarak Pandang Batam, BMKG Sebut Turun hingga 6 Kilometer

2 days ago 2

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:13 WIB

Jakarta, VIVA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam melaporkan adanya penurunan jarak pandang di sejumlah wilayah Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Senin, 24 Agustus 2026.

Penurunan jarak pandang tersebut diduga berkaitan dengan asap yang berasal dari sejumlah titik api atau hotspot yang terdeteksi di wilayah Kepulauan Riau, termasuk Batam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Fitri Annisa, mengatakan jarak pandang di Batam yang dalam kondisi cuaca cerah berawan biasanya dapat mencapai sekitar 10 kilometer, kini terpantau turun hingga sekitar 6 kilometer.

“Biasanya kondisi cuaca normal, yaitu cerah berawan, jarak pandang berkisar 10 kilometer. Namun, hari ini teramati kondisi jarak pandang menurun hingga mencapai 6 kilometer,” kata Fitri di Batam, Senin.

Asap Diduga Terbawa Angin

Fitri menjelaskan penurunan visibility atau jarak pandang tersebut diduga dipengaruhi keberadaan sejumlah titik api di wilayah Kepri. Salah satu wilayah yang turut menjadi perhatian adalah Batam.

Menurut dia, asap dari titik api tidak selalu hanya berdampak di sekitar lokasi kebakaran. Kondisi angin dapat membawa asap menuju wilayah lain, termasuk kawasan Bandara Hang Nadim.

“Menurut kami bisa jadi disebabkan penurunan visibility atau jarak pandang ini dipengaruhi oleh adanya beberapa titik api atau hotspot di wilayah Kepulauan Riau, termasuk Batam,” ujarnya.

Salah satu kebakaran lahan terjadi di kawasan perbukitan dan semak belukar di Jalan Trans Barelang, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Batam, pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Kebakaran tersebut menghanguskan lahan sekitar 35 hektare.

Meski lokasi kebakaran tidak berada di sekitar Bandara Hang Nadim, asap dari kebakaran dapat terbawa angin menuju sejumlah wilayah lain di Kota Batam.

“Walaupun titik apinya tidak berada di sekitar wilayah bandara, karena ada pengaruh angin, asap tersebut bisa sampai ke beberapa wilayah lain di Kota Batam, termasuk wilayah bandara,” kata Fitri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jarak Pandang 6 Kilometer Masih Mendukung Penerbangan

Kondisi penurunan jarak pandang juga menjadi perhatian karena Bandara Hang Nadim merupakan salah satu simpul transportasi udara utama di Batam.

Halaman Selanjutnya

Namun, Fitri memastikan jarak pandang sekitar 6 kilometer masih memungkinkan untuk mendukung aktivitas penerbangan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |