Asyik! Pemerintah Pastikan Tarif Ojol Tidak Akan Naik Sama Sekali!

2 weeks ago 10

Rabu, 1 Juli 2026 - 05:00 WIB

Jakarta, VIVA – Kabar baik bagi pengguna ojek online (ojol). Pemerintah memastikan tarif ojol tidak akan mengalami kenaikan, meski mulai 1 Juli 2026 potongan komisi yang diterima perusahaan aplikator resmi dipangkas menjadi maksimal 8 persen sesuai kebijakan Presiden Prabowo Subianto.

Kepastian itu disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi yang menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya penyesuaian tarif setelah aturan baru tersebut diberlakukan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Enggak, enggak naik. Tarif enggak naik," kata Dudy saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.

Tarif Ojol Dipastikan Tetap

Dudy menegaskan pemerintah tidak memiliki rencana menaikkan tarif layanan ojek online meski perusahaan aplikator nantinya hanya dapat mengambil komisi maksimal 8 persen.

Pernyataan itu sekaligus menjawab kekhawatiran bahwa pemangkasan komisi akan dibebankan kepada konsumen melalui kenaikan tarif perjalanan.

Menurut Dudy, kebijakan pemerintah justru dirancang agar pengemudi memperoleh porsi pendapatan yang lebih besar tanpa membebani masyarakat sebagai pengguna jasa.

Biaya Asuransi Ditanggung Aplikator

Menhub menjelaskan salah satu alasan tarif tidak berubah karena biaya asuransi kini sepenuhnya menjadi tanggung jawab perusahaan aplikator.

Dengan demikian, komponen tersebut tidak lagi dimasukkan dalam perhitungan tarif dasar yang ditetapkan pemerintah.

Karena itu, pemerintah menilai tidak ada dasar untuk menaikkan tarif layanan ojek online.

Kenaikan Tarif Bisa Jadi Bumerang

Dudy menilai menaikkan tarif justru berpotensi mengurangi jumlah pelanggan.

Jika biaya perjalanan meningkat, daya beli masyarakat bisa menurun sehingga jumlah pesanan yang diterima pengemudi ikut berkurang.

"Nah kalau ini tarif naik, ini nanti bebannya ke masyarakat. Sebenarnya nanti juga akan memukul balik kepada para pengendara. Karena kalau kesannya kan 8 persen (potongan komisi) itu bagus buat mereka, tapi kalau enggak ada order, kan jadi bumerang juga buat mereka," ujarnya.

Menurutnya, menjaga tarif tetap stabil menjadi cara terbaik untuk mempertahankan keseimbangan antara kepentingan pengemudi, perusahaan aplikator, dan masyarakat.

Aplikator Disebut Tidak Meminta Tarif Naik

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dudy mengungkapkan perusahaan aplikator transportasi daring juga tidak pernah meminta pemerintah menaikkan tarif setelah kebijakan pemangkasan komisi diputuskan.

Ia menilai perusahaan memahami bahwa mempertahankan tarif akan membantu menjaga jumlah pelanggan dan permintaan layanan.

Halaman Selanjutnya

Sebagai gantinya, aplikator diperkirakan akan melakukan berbagai penyesuaian internal untuk menyesuaikan struktur biaya operasional.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |