Aturan Tarif Jasa Antar Barang dan Makanan, Pemerintah Diminta Perhatikan Hal Ini

1 day ago 4

Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Jakarta, VIVA – Komunitas Ojek Online (KAJOL) Indonesia merespons pembahasan yang dilakukan pemerintah soal rencana aturan tarif jasa pengantaran barang dan makanan melalui aplikasi.

Ketum KAJOL Firmansyah, mengatakan bahwa pendapatan driver tidak hanya ditentukan dari besar kecilnya tarif satu order. Jumlah order yang masuk juga sangat menentukan penghasilan driver setiap hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menyebut bahwa driver tentu ingin mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Namun, kenaikan tarif jangan sampai membuat harga menjadi terlalu mahal bagi pengguna.

"Kami tentu senang kalau tarif naik. Tetapi kalau tarif terlalu mahal, pelanggan bisa mengurangi penggunaan aplikasi. Kalau order berkurang, pendapatan driver juga bisa turun, yang paling penting bagi driver adalah berapa banyak uang yang bisa dibawa pulang setelah bekerja seharian," ujar dia kepada wartawan.

Dia berharap pengaturan itu jangan hanya melihat pendapatan dari satu order. Misalnya kata dia, tarif satu order naik, tetapi jumlah order turun banyak, hasil akhirnya bisa lebih kecil.

"Jadi yang harus dilihat adalah pendapatan driver secara keseluruhan dalam sehari," kata dia.

Firmansyah menuturkan bahwa kondisi di lapangan juga tidak selalu sama. Ada waktu ketika order ramai, tetapi ada juga waktu ketika order sangat sepi. Oleh karena itu, aturan tarif harus mempertimbangkan kondisi nyata yang dialami driver.

"Kondisi di lapangan berubah-ubah. Kadang ramai, kadang sepi. Pemerintah harus melihat kondisi ini secara langsung dan jangan hanya mendengarkan satu pihak," kata dia.

KAJOL Indonesia juga menilai bahwa keberadaan aplikator sangat penting bagi driver karena aplikasi menjadi salah satu sarana utama untuk mendapatkan order dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dia menyebut bahwa driver membutuhkan aplikator dan aplikator juga membutuhkan driver.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami sama-sama membutuhkan. Tujuan kita sama, yaitu memberikan pelayanan kepada pelanggan. Karena itu, jangan sampai ada aturan yang justru membuat salah satu pihak kesulitan untuk bertahan," kata dia.

KAJOL Indonesia berharap pembahasan bersama Komdigi dapat menghasilkan aturan yang adil dan seimbang. Aturan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan driver, tetapi tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat sebagai pengguna jasa.

Halaman Selanjutnya

"Intinya, KAJOL Indonesia meminta pemerintah jangan hanya melihat tarif per order. Yang lebih penting adalah bagaimana aturan tersebut bisa membuat driver tetap mendapatkan penghasilan yang layak, pelanggan tetap mampu menggunakan layanan, dan aplikator tetap bisa menjalankan usahanya," pungkas dia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |