Tangerang, VIVA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menawari para investor untuk memanfaatkan pulau-pulau di Indonesia guna membangun data center atau pusat data.
“Bapak-ibu semua, tidak perlu ragu para investor kalau membangun data center di Indonesia. Wilayah kami ini wilayah yang terbesar di kawasan Asia Tenggara, pulau kami masih terlalu banyak,” ujar Bahlil dalam acara Electricity Connect 2026 yang digelar di Tangerang, Banten, Selasa.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain itu, tutur Bahlil, Indonesia juga memiliki potensi energi yang besar untuk mendukung operasional data center. Ia mencontohkan potensi energi dari matahari, air, panas bumi, angin, dan lain-lainnya.
Tak hanya memiliki keunggulan berupa wilayah yang luas dan sumber energi yang berlimpah, Bahlil juga menyampaikan biaya produksi listrik di Indonesia pasti jauh lebih kompetitif apabila dibandingkan dengan negara-negara lain.
“Kami akan memberikan kemudahan-kemudahan bagi bapak-ibu semua,” ucap Bahlil di hadapan para audiens Electricity Connect 2026.
Adapun salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam membangun data center adalah kepastian pasokan listrik untuk memenuhi kebutuhan pusat data.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil memastikan tidak ada permasalahan dalam pemenuhan kebutuhan listrik data center.
"Begitu mereka menyampaikan keinginannya, terus ditambah berapa kapasitas kebutuhan listrik yang dibutuhkan, pasti PLN akan menyiapkan," ujarnya.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menawarkan peluang investasi pusat data di Indonesia kepada investor China dalam forum bisnis Indonesia-China Partnership Forum di Jakarta, Kamis 23 Juli 2026.
Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Andi Maulana mengatakan perkembangan data center menjadi salah satu peluang investasi yang menjanjikan karena didukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang termasuk tercepat di Asia Tenggara.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berdasarkan paparan BKPM yang mengutip Mordor Intelligence, nilai pasar data center Indonesia mencapai sekitar 1,44 miliar dolar AS pada 2025 dan diperkirakan meningkat menjadi 1,83 miliar dolar AS pada 2026.
Nilai tersebut diproyeksikan terus tumbuh menjadi 3,48 miliar dolar AS pada 2031 dengan laju pertumbuhan tahunan majemuk (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 13,71 persen.
Halaman Selanjutnya
Sementara itu, nilai pasar data center global diperkirakan meningkat dari 386,71 miliar dolar AS pada 2025 menjadi 684,39 miliar dolar AS pada 2031. (Ant)

12 hours ago
1





















