VIVA – Perjalanan dua wakil Asia (Jepang dan Korea Selatan) di Piala Dunia 2026 sama-sama berakhir lebih cepat dari harapan. Namun, nasib yang dialami dua pelatih mereka justru bertolak belakang.
Timnas Korea Selatan dipastikan gagal melaju ke babak gugur setelah peluang mereka menembus daftar tim peringkat ketiga terbaik sirna. Kepastian itu datang usai Republik Demokratik Kongo menaklukkan Uzbekistan dengan skor 3-1 pada Minggu (28/6/2026) WIB.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara itu, Jepang harus mengakhiri langkahnya di babak 32 besar. Samurai Biru menyerah 1-2 dari Brasil di Houston Stadium, Selasa (30/6/2026) WIB, setelah kebobolan gol penentu kemenangan pada masa injury time.
Pelatih Jepang Hajime Moriyasu
Photo :
- REUTERS/Phil Noble
Timnas Brasil
Photo :
- Reuters/Sam Navarro
Kekalahan tersebut terasa menyakitkan karena Jepang sempat unggul lebih dahulu dan mampu tampil disiplin hampir sepanjang pertandingan. Di sisi lain, Brasil berhak melangkah ke babak 16 besar untuk menghadapi Norwegia.
Nasib Berbeda Dua Pelatih
Meski sama-sama gagal membawa negaranya melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo dan Hajime Moriyasu menerima perlakuan yang sangat berbeda.
Tak lama setelah Korea Selatan dipastikan tersingkir, Hong Myung-bo memutuskan mundur dari jabatannya sebagai pelatih kepala Taeguk Warriors. Keputusan itu diambil di tengah tekanan besar yang diterimanya, termasuk laporan mengenai ancaman pembunuhan dari oknum suporter.
Bahkan, saat tiba di Bandara Internasional Incheon pada Selasa (30/6) pagi waktu setempat, Hong Myung-bo bersama rombongan pemain disambut sorakan dan hujatan dari ratusan suporter.
Sebaliknya, Hajime Moriyasu justru mendapat dukungan penuh dari Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA).
Harian Jepang Asahi Shimbun melaporkan pada 1 Juli bahwa JFA telah menyampaikan secara informal keinginannya untuk mempertahankan Moriyasu sebagai pelatih tim nasional.
"Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) secara tidak resmi telah menyampaikan niatnya untuk memperpanjang kontrak pelatih kepala Moriyasu selama satu tahun menyusul penampilannya yang gemilang di Piala Dunia."
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perpanjangan kontrak tersebut disebut-sebut menjadi bagian dari strategi JFA untuk mempertahankan Moriyasu hingga gelaran Piala Asia AFC yang akan berlangsung di Arab Saudi pada Januari atau Februari mendatang.
Kini, keputusan sepenuhnya berada di tangan Moriyasu. Pasalnya, JFA hanya menawarkan kontrak tambahan berdurasi satu tahun, bukan perpanjangan jangka panjang hingga Piala Dunia berikutnya.
Halaman Selanjutnya
Presiden JFA, Tsuneyasu Miyamoto, juga belum memberikan kepastian mengenai proses tersebut.

1 week ago
4











