Bambang Pamungkas Bahas Hilangnya Striker Murni di Sepak Bola Modern

5 hours ago 3

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:30 WIB

Jakarta, VIVA – Perkembangan taktik sepak bola modern membuat peran striker murni atau nomor 9 semakin jarang ditemui. Hal itu menjadi sorotan legenda Timnas Indonesia, Bambang Pamungkas, yang menilai perubahan sistem permainan telah mengubah tugas seorang penyerang dibandingkan era saat dirinya masih aktif bermain.

Pandangan tersebut disampaikan Bambang Pamungkas saat menghadiri Trophy Tour ASEAN Hyundai Cup 2026 di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu, 25 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mantan kapten Timnas Indonesia yang akrab disapa Bepe itu mengatakan, pada masanya banyak tim masih mengandalkan dua penyerang. Situasi tersebut membuat striker lebih fokus menjalankan tugas sebagai penyelesai akhir di depan gawang.

Namun kini, menurutnya, hampir semua tim menggunakan satu penyerang dengan tanggung jawab yang jauh lebih kompleks.

"Memang sepak bola terus berkembang. Di era saya dan Cristian Gonzales, sistem permainannya berbeda. Saat itu banyak tim yang menggunakan dua penyerang," ujar Bambang.

"Sekarang hampir semua tim menggunakan satu penyerang. Itu pun tidak banyak yang benar-benar berperan sebagai target man," lanjut pria yang akrab disapa Bepe itu.

Bepe menjelaskan dirinya dan Christian Gonzales dikenal sebagai penyerang yang lebih banyak beroperasi di area kotak penalti karena memang ditugaskan sebagai finisher. Akan tetapi, peran tersebut kini mulai bergeser seiring berkembangnya tuntutan taktik dalam sepak bola modern.

"Saya dan Christian mungkin dikenal sebagai pemain yang lebih banyak bergerak di area kotak penalti karena memang tugas kami adalah sebagai finisher," ungkapnya.

Menurutnya, penyerang masa kini dituntut tidak hanya mencetak gol, tetapi juga aktif membuka ruang, menekan lawan sejak lini depan, membantu proses membangun serangan, hingga berkontribusi dalam fase bertahan.

"Sepak bola sekarang semakin mengandalkan strategi, sistem permainan, dan kecepatan sehingga membuat permainan menjadi jauh lebih dinamis."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski begitu, Bepe tidak melihat perubahan tersebut sebagai ancaman bagi masa depan penyerang Indonesia. Ia justru yakin regenerasi yang berjalan baik akan terus melahirkan striker-striker berkualitas.

"Sebagai pemain maupun penikmat sepak bola, kita juga harus bisa beradaptasi dengan perkembangan tersebut. Walaupun sejujurnya saya tidak mengkhawatirkan kualitas penyerang Indonesia. Saya yakin ketika kita memiliki regenerasi yang baik, akan selalu muncul penyerang-penyerang berkualitas," beber Bambang.

Halaman Selanjutnya

Dalam kesempatan yang sama, Bambang juga mengaku optimistis dengan peluang Timnas Indonesia di ASEAN Hyundai Cup 2026. Menurutnya, kehadiran pelatih John Herdman dan banyaknya pemain muda potensial menjadi modal berharga bagi Garuda untuk mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |