Bambang Pamungkas Ungkap Kisah yang Tak Banyak Diketahui Jelang Piala AFF 2002, Dokter Sempat Minta Menyerah

6 hours ago 2

Sabtu, 25 Juli 2026 - 21:00 WIB

Jakarta, VIVA – Di balik statusnya sebagai salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki Timnas Indonesia, Bambang Pamungkas menyimpan kisah perjuangan yang tidak banyak diketahui publik.

Jauh sebelum menjadi top skor Piala AFF 2002, legenda yang akrab disapa Bepe itu ternyata sempat divonis hampir mustahil tampil karena mengalami patah tulang kaki.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Cerita tersebut diungkapkan Bambang Pamungkas saat menghadiri acara Trophy Tour ASEAN Hyundai Cup 2026 di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu, 25 Juli 2026.

Bepe mengenang masa-masa sulit yang dialaminya beberapa bulan sebelum Piala AFF 2002 bergulir. Saat itu, ia mengalami cedera serius ketika membela Persija Jakarta dalam pertandingan melawan Arema.

Cedera tersebut membuat banyak pihak pesimistis dirinya bisa kembali tepat waktu untuk memperkuat Timnas Indonesia di ajang paling bergengsi di Asia Tenggara itu.

"Sebelum AFF 2002, pada bulan Maret (Sebelum Piala AFF 2002) saya mengalami patah tulang kaki saat pertandingan Persija melawan Arema," kata Bambang.

Bahkan, menurut Bepe, dokter Timnas Indonesia saat itu menyampaikan bahwa peluangnya tampil di Piala AFF sangat kecil mengingat proses penyembuhan patah tulang biasanya membutuhkan waktu yang panjang.

"Saat itu semua orang, termasuk dokter Timnas Indonesia, mengatakan bahwa saya harus melupakan AFF karena dalam waktu sekitar 10 bulan hampir tidak mungkin saya bisa pulih," ujarnya.

Namun, Bepe memilih tidak menyerah. Di usia yang masih muda, ia menjalani proses rehabilitasi secara disiplin dengan mengikuti seluruh program pemulihan yang diberikan tim medis.

Usaha tersebut membuahkan hasil. Dalam waktu sekitar delapan bulan, kondisinya pulih lebih cepat dari perkiraan dan ia berhasil kembali mengenakan seragam Merah Putih.

"Tetapi mungkin karena waktu itu saya masih muda, proses penyambungan tulangnya berjalan lebih cepat. Saya juga menjalani program pemulihan yang sangat ketat dari dokter dan terapi yang baik," bebet Bambang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Akhirnya dalam waktu delapan bulan saya sudah bisa kembali bermain. Alhamdulillah, AFF yang tadinya dianggap mustahil untuk saya ikuti akhirnya bisa saya jalani," sambungnya.

Kembalinya Bambang menjadi salah satu cerita paling inspiratif dalam sejarah Timnas Indonesia. Tidak hanya berhasil pulih, ia justru tampil tajam sepanjang turnamen hingga keluar sebagai top skor Piala AFF 2002.

Halaman Selanjutnya

Sayangnya, pencapaian individu tersebut belum mampu membawa Indonesia meraih trofi juara. Tim Merah Putih harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari Thailand di partai final.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |