Bantu Perkuat Rupiah, Purbaya Dorong Pemegang Dolar AS Segera Menjualnya

3 weeks ago 8

Rabu, 20 Mei 2026 - 07:18 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, terus berupaya memperkuat nilai tukar rupiah dengan menerbitkan global bond atau surat utang berdenominasi Dolar AS, dengan target US$2-US$3 miliar.

Usai mengintervensi pasar obligasi sejak pekan lalu, Purbaya mengatakan bahwa penerbitan surat utang ini bertujuan menambah pasokan Dolar AS dalam negeri sekaligus memperkuat nilai tukar rupiah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang global (bond) US$2-US$3 miliar dolar itu tambahan supply dolar di pasar dalam negeri," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Photo :

  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Dia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini, sudah ada dana masuk sekitar Rp 1,3 triliun ke pasar obligasi. Hal itu terjadi setelah pemerintah berupaya menjaga stabilitas di pasar obligasi sejak akhir pekan lalu.

"Rupiah gonjang ganjing pemerintah melakukan inisiatif menjaga stabilitas di pasar obligasi kami sudah masuk Jumat Senin Selasa hari ini Rp 1,3 triliun masuk," ujarnya.

Dia menjelaskan, yield obligasi di pasar sekunder pun sudah terdorong turun seiring masuknya investasi. Purbaya memastikan bahwa pihaknya juga terus memantau pergerakan dari setiap dana yang masuk tersebut.

"Jadi sudah bisa mengembalikan investor asing ke kita, mungkin nggak semuanya tapi yang jelas di tengah gonjang ganjing asing sudah masuk," kata Purbaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karenanya, demi mempercepat penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, Purbaya pun mendorong agar para pemegang dolar AS supaya segera menjualnya.

"Jadi kalau Anda pegang dolar sekarang, ya jual aja lah. Nanti enggak untung loh," ujarnya.

BJ Habibie

Mengapa & Bagaimana Habibie Bisa Mengubah Rp16.800 Jadi Rp6.500 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah menjadi begitu lemah pada saat ini, bahkan dinyatakan sudah "undervalue". Ini masalah ekonomi politik, tak sekedar teknis ekonomi yang jadi penyebabnya

img_title

VIVA.co.id

20 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |