Baru 3 Bulan Pimpin Pos Indonesia, Dirut Daud Joseph Mendadak Mundur dari Jabatan

1 week ago 6

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:29 WIB

Jakarta, VIVA – Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Daud Joseph, resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Kamis, 2 Juli 2026. Keputusan tersebut menjadi sorotan karena Daud baru sekitar tiga bulan memimpin perusahaan pelat merah tersebut setelah ditunjuk pada Maret 2026.

Corporate Secretary PT Pos Indonesia, Iwan Gunawan, mengatakan pengunduran diri Daud Joseph diajukan atas keinginan dan pertimbangan pribadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"PT Pos Indonesia (Persero) mengumumkan bahwa Direktur Utama Daud Joseph telah menyampaikan permintaan pengunduran diri dari jabatannya pada tanggal 2 Juli 2026. Alasan pengunduran diri adalah murni dari keinginan dan pertimbangan pribadi yang bersangkutan," kata Iwan dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 Juli 2026.

Baru Menjabat Sejak Maret 2026

Daud Joseph resmi menduduki kursi Direktur Utama PT Pos Indonesia berdasarkan Keputusan Para Pemegang Saham PT Pos Indonesia Nomor 168 Tahun 2026/SK.065/DI-DAM/DO/2026 tertanggal 11 Maret 2026.

Sebelum memimpin Pos Indonesia, Daud menjabat sebagai Direktur Operasional dan Keselamatan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Ia kemudian mengundurkan diri dari posisi tersebut setelah dipercaya menjadi Direktur Utama PT Pos Indonesia.

Dengan pengunduran diri yang diajukan pada 2 Juli 2026, masa kepemimpinan Daud di Pos Indonesia berlangsung sekitar tiga bulan.

Pos Indonesia Hormati Keputusan Daud Joseph

Manajemen PT Pos Indonesia menyatakan menghormati keputusan yang diambil Daud Joseph.

Perseroan juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan selama memimpin perusahaan.

"PT Pos Indonesia menghormati keputusan tersebut serta menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi, pengabdian dan kontribusi yang telah diberikan selama memimpin perusahaan," ujar Iwan.

Transisi Kepemimpinan Disiapkan

Seiring pengunduran diri tersebut, Pos Indonesia memastikan proses transisi kepemimpinan akan dijalankan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).

Iwan mengatakan proses pergantian pimpinan tidak akan mengganggu jalannya operasional maupun pelayanan kepada masyarakat.

"Selama proses tersebut berlangsung, PT Pos Indonesia memastikan kegiatan operasional perusahaan tetap berjalan dan tidak mengganggu proses layanan kepada seluruh stakeholder," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Operasional dan Transformasi Dipastikan Tetap Berjalan

Pos Indonesia juga menegaskan seluruh aktivitas bisnis dan pelayanan tetap berlangsung normal meski terjadi perubahan di jajaran direksi.

Halaman Selanjutnya

Sebagai bagian dari Danantara, perusahaan tetap menjalankan amanah pemegang saham untuk memberikan layanan kepada masyarakat sekaligus melanjutkan berbagai agenda transformasi yang telah direncanakan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |