Liputan6.com, Jakarta - Bau mulut yang tidak kunjung hilang sering kali menjadi masalah yang mengganggu, terutama saat berinteraksi dengan orang lain. Kondisi ini tidak hanya menurunkan rasa percaya diri, tetapi juga dapat menandakan adanya masalah pada kesehatan gigi dan mulut. Banyak orang mencoba berbagai cara untuk mengatasinya, mulai dari menyikat gigi lebih sering hingga menggunakan obat kumur, namun bau mulut tetap saja muncul.
Pada dasarnya, bau mulut atau halitosis bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Penumpukan bakteri di rongga mulut, sisa makanan yang tidak dibersihkan dengan baik, hingga masalah seperti gigi berlubang, radang gusi, atau karang gigi dapat menjadi pemicunya. Jika kondisi ini tidak ditangani dengan tepat, bau mulut bisa terus berulang meskipun seseorang sudah menjaga kebersihan gigi setiap hari.
Karena itu, banyak orang bertanya-tanya apakah bau mulut yang tak kunjung hilang bisa sembuh dengan memeriksakan diri ke dokter gigi. Berikut penjelasan dari dokter gigi Rahmat Agung (27) soal apakah bau mulut yang tak kunjung hilang bisa sembuh dengan ke dokter gigi.
Bau Mulut Sangat Bisa Sembuh dengan ke Dokter Gigi
Bau mulut yang tidak kunjung hilang sering membuat seseorang merasa khawatir dan kurang percaya diri saat berinteraksi dengan orang lain. Menurut drg. Rahmat Agung, kondisi tersebut sebenarnya dapat diatasi dengan penanganan yang tepat. Ia menjelaskan bahwa bau mulut sangat mungkin untuk sembuh jika seseorang memeriksakan kondisi gigi dan mulutnya ke dokter gigi, terutama untuk mengetahui penyebab utama yang memicu munculnya bau tidak sedap.
Dokter gigi Rahmat Agung menambahkan bahwa penanganan bau mulut tidak hanya bergantung pada perawatan dari dokter gigi saja. Diperlukan pula kombinasi antara gaya hidup yang baik dan pemeriksaan rutin ke dokter gigi. Dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut secara konsisten serta melakukan kontrol secara berkala, masalah bau mulut dapat ditangani dengan lebih efektif sehingga kesehatan rongga mulut tetap terjaga.
"Sangat bisa, tentunya kombinasi antara gaya hidup dan pemeriksaan rutin," ujar drg. Rahmat Agung kepada Liputan6.com pada Senin (9/3/2026).
Penyebab Bau Mulut
Bau mulut merupakan masalah yang cukup sering dialami banyak orang. Kondisi ini biasanya muncul karena berbagai faktor yang sering kali tidak disadari. Mulai dari kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut, hingga kondisi kesehatan tertentu juga dapat memengaruhi munculnya bau mulut. Jika tidak diperhatikan, kondisi ini bisa membuat aktivitas sehari-hari terasa kurang nyaman, terutama ketika harus berinteraksi dengan banyak orang.
a. Cairan dalam Tubuh Kurang & Mulut Kering (Xerostomia)
Menurut drg. Rahmat Agung, salah satu penyebab utama bau mulut adalah berkurangnya cairan dalam tubuh. Kondisi ini secara otomatis memengaruhi keseimbangan cairan di dalam tubuh, termasuk produksi air liur di dalam rongga mulut. Ia menjelaskan bahwa air liur memiliki peran penting sebagai pembersih alami di dalam mulut.
Air liur membantu membersihkan sisa-sisa makanan sekaligus mengendalikan pertumbuhan bakteri yang dapat menimbulkan bau tidak sedap. Ketika produksi air liur berkurang akibat kurangnya cairan, kemampuan mulut untuk membersihkan bakteri juga menurun. Akibatnya, bakteri lebih mudah berkembang di dalam rongga mulut dan memicu munculnya bau mulut yang sering dirasakan oleh orang.
"Karena cairan dalam tubuh kita berkurang itu mempengaruhi produksi air liur kita, sedangkan fungsi air liur itu pembersih alami bakteri dalam rongga mulut kita. Otomatis jika pembersih alami itu berkurang bau mulut akan meningkat," kata drg. Rahmat Agung kepada Liputan6.com pada Senin (9/3/2026).
b. Kebersihan Mulut yang Buruk
Kebersihan mulut yang kurang terjaga juga menjadi salah satu penyebab utama munculnya bau mulut. Padahal, sisa-sisa makanan yang tertinggal di sela gigi dan permukaan lidah dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri di dalam rongga mulut.
Ia menjelaskan bahwa bakteri tersebut akan memecah sisa makanan dan menghasilkan senyawa yang menimbulkan bau tidak sedap. Ketika kebersihan mulut tidak dijaga dengan baik, jumlah bakteri akan semakin meningkat dan memperparah bau mulut, terutama saat berpuasa. Kondisi ini bisa terasa lebih jelas karena mulut cenderung lebih kering akibat berkurangnya produksi air liur.
Dokter gigi Rahmat Agung menambahkan bahwa menjaga kebersihan mulut merupakan langkah penting untuk mencegah bau mulut. Menyikat gigi secara rutin, membersihkan lidah, serta menggunakan benang gigi dapat membantu mengurangi sisa makanan dan bakteri di dalam mulut. Dengan kebiasaan menjaga kebersihan mulut yang baik, risiko bau mulut dapat diminimalkan sehingga aktivitas sehari-hari tetap terasa nyaman.
c. Ada Masalah Kesehatan Gigi dan Mulut
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa masalah kesehatan gigi dan mulut juga dapat menjadi salah satu penyebab munculnya bau mulut. Beberapa kondisi yang sering terjadi antara lain gigi berlubang, karang gigi, hingga infeksi pada gusi atau gingivitis. Masalah-masalah tersebut dapat memicu penumpukan bakteri di dalam rongga mulut yang kemudian menghasilkan bau tidak sedap.
Ia menjelaskan bahwa gigi berlubang misalnya, dapat menjadi tempat berkumpulnya sisa makanan dan bakteri yang sulit dibersihkan hanya dengan berkumur. Begitu pula dengan karang gigi yang terbentuk dari plak yang mengeras dan menempel di permukaan gigi. Jika tidak dibersihkan secara rutin oleh tenaga medis, karang gigi dapat menjadi sarang bakteri yang memicu bau mulut sekaligus menimbulkan peradangan pada gusi.
Selain itu, infeksi gusi atau gingivitis juga dapat memperparah kondisi bau mulut. Peradangan pada gusi biasanya ditandai dengan gusi yang merah, bengkak, atau mudah berdarah saat menyikat gigi. drg. Rahmat Agung menekankan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan menyikat gigi secara teratur, membersihkan sela gigi, serta melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi. Dengan perawatan yang tepat, berbagai masalah pada gigi dan gusi dapat dicegah sehingga risiko bau mulut dapat diminimalkan.
"Masalah kesehatan gigi dan mulut contohnya gigi berlubang, karang gigi, infeksi gusi (gingivitis) dan lain-lain," ujar dokter gigi yang pratik di Klinik Surya Dental Magelang dan Temanggung, Jawa Tengah.
d. Kebiasaan Buruk
Penyebab selanjutnya adalah kebiasaan buruk. drg. Rahmat Agung mengungkapkan bahwa kebiasaan buruk seperti merokok dapat menjadi salah satu penyebab munculnya bau mulut. "Kebiasaan buruk seperti merokok," tambahnya.
Meskipun aktivitas merokok tidak dilakukan setiap saat, efeknya terhadap kesehatan rongga mulut bisa tetap terasa. Zat-zat yang terkandung dalam rokok dapat menempel pada gigi, gusi, dan permukaan lidah, sehingga memicu munculnya aroma tidak sedap di dalam mulut.
Ia menjelaskan bahwa kebiasaan merokok dapat memengaruhi kondisi jaringan di dalam rongga mulut dan mempercepat pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut. Selain itu, merokok juga dapat membuat mulut menjadi lebih kering karena dapat menurunkan produksi air liur. Padahal, air liur berperan penting dalam menjaga kebersihan mulut dengan membantu membersihkan bakteri serta sisa-sisa makanan secara alami.
Oleh karena itu, mengurangi bahkan menghentikan kebiasaan merokok dapat menjadi langkah yang baik untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Dengan menghindari kebiasaan tersebut serta tetap menjaga kebersihan rongga mulut, risiko bau mulut dapat ditekan sehingga aktivitas sehari-hari tetap terasa nyaman.
Kapan Harus ke Dokter?
Menjaga kesehatan gigi dan mulut sebaiknya tidak menunggu hingga muncul keluhan yang parah. drg. Rahmat Agung menjelaskan bahwa banyak orang baru memeriksakan kondisi gigi ke dokter ketika rasa sakit sudah sangat mengganggu. Padahal, jika masalah pada rongga mulut dibiarkan terlalu lama, kondisi tersebut bisa berkembang menjadi lebih serius dan membuat proses perawatannya menjadi lebih kompleks.
Menurut drg. Rahmat Agung, sekecil apa pun masalah yang muncul di dalam rongga mulut sebaiknya segera diperiksakan ke dokter gigi. Dengan pemeriksaan sejak dini, potensi kerusakan pada gigi maupun gusi dapat ditangani lebih cepat sehingga perawatannya cenderung lebih sederhana.
Bahkan, ia menekankan bahwa pemeriksaan ke dokter gigi tidak harus menunggu adanya keluhan. Idealnya, setiap orang dianjurkan melakukan kontrol rutin ke dokter gigi setidaknya setiap enam bulan sekali untuk memastikan kesehatan rongga mulut tetap terjaga.
"Sebenarnya ke dokter gigi jangan menunggu parah, karena jika menunggu parah maka perawatannya akan lebih kompleks. Jadi sekecil apa pun masalah dalam rongga mulut harus segera diperiksakan ke dokter gigi. Bahkan jika tidak ada keluhan pun harusnya kita diwajibkan buat kontrol ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali," jelasnya.
Tips Jaga Kebersihan Mulut & Gigi
Menjaga kebersihan rongga mulut menjadi hal penting agar napas tetap segar sepanjang hari. Kondisi ini dapat memicu munculnya bau mulut yang sering membuat seseorang merasa kurang percaya diri saat berbicara atau berinteraksi dengan orang lain. Perawatan sederhana seperti menyikat gigi dengan benar, membersihkan lidah, hingga menjaga asupan makanan saat sahur dapat membantu menjaga kesehatan rongga mulut.
1. Sikat Gigi 2 Kali Sehari
Menjaga kebersihan rongga mulut saat puasa dapat dimulai dengan kebiasaan sederhana, yaitu menyikat gigi secara rutin. drg. Rahmat Agung menyarankan agar menyikat gigi tetap dilakukan dua kali sehari. Kebiasaan ini penting untuk membantu membersihkan sisa makanan serta mengurangi pertumbuhan bakteri di dalam mulut yang dapat menyebabkan bau tidak sedap.
Selain itu, drg. Rahmat Agung juga mengingatkan bahwa saat menyikat gigi, tidak hanya bagian gigi yang perlu dibersihkan. Lidah juga perlu disikat secara perlahan karena permukaannya sering menjadi tempat menumpuknya bakteri penyebab bau mulut. Dengan membersihkan gigi dan lidah secara rutin, kebersihan rongga mulut dapat lebih terjaga sehingga napas tetap segar dan rasa percaya diri selama menjalankan aktivitas.
"Sikat gigi 2x sehari. Jangan cuman giginya yag di sikat, lidah juga perlu di sikat," kata drg. Rahmat Agung kepada Liputan6.com pada Senin (9/3/2026).
2. Minum Air Putih yang Cukup
Menjaga kecukupan cairan tubuh juga menjadi salah satu cara penting untuk membantu menjaga kebersihan rongga mulut. drg. Rahmat Agung menjelaskan bahwa kurangnya asupan cairan dapat membuat mulut menjadi kering karena produksi air liur berkurang. Padahal, air liur memiliki peran penting dalam membersihkan sisa makanan dan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut di dalam rongga mulut.
Oleh karena itu, drg. Rahmat Agung menyarankan agar tetap memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih yang cukup. Dengan asupan cairan yang cukup, kondisi mulut tidak akan terlalu kering sehingga dapat membantu menjaga napas tetap segar. Kebiasaan sederhana ini juga mendukung kesehatan rongga mulut secara keseluruhan, terutama ketika tubuh tidak mendapatkan asupan minuman selama berjam-jam.
"Minum air putih yang cukup," lanjutnya.
3. Bisa Menggunakan Mouthwash Non Alkohol
Penggunaan obat kumur juga dapat menjadi salah satu cara untuk membantu menjaga kebersihan rongga mulut. drg. Rahmat Agung menyarankan masyarakat untuk menggunakan mouthwash atau obat kumur yang tidak mengandung alkohol. Jenis obat kumur ini dinilai lebih aman digunakan karena tidak menyebabkan sensasi kering pada mulut yang justru dapat memicu bau tidak sedap.
Menurut drg. Rahmat Agung, mouthwash non alkohol dapat membantu mengurangi jumlah bakteri di dalam rongga mulut sehingga napas terasa lebih segar. Penggunaannya bisa dilakukan setelah menyikat gigi. Dengan kombinasi menyikat gigi secara rutin dan menggunakan obat kumur yang tepat, kebersihan rongga mulut selama puasa dapat terjaga dengan lebih optimal sehingga risiko bau mulut dapat diminimalkan.
"Bisa pake mouthwash non alkohol," ujar dokter gigi yang pratik di Klinik Surya Dental Magelang dan Temanggung, Jawa Tengah.
4. Segera Periksa Jika Ada Masalah Kesehatan Gigi
Menjaga kesehatan rongga mulut tidak hanya dilakukan dengan menyikat gigi secara rutin, tetapi juga dengan memastikan tidak ada masalah pada gigi dan gusi yang dapat memicu bau mulut. drg. Rahmat Agung menjelaskan bahwa berbagai gangguan seperti gigi berlubang, radang gusi, atau penumpukan karang gigi dapat menjadi penyebab munculnya bau mulut yang lebih kuat. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk lebih peka terhadap kondisi kesehatan gigi dan mulutnya.
Menurut drg. Rahmat Agung, jika seseorang merasakan keluhan pada gigi atau mulut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter gigi tanpa perlu menunda. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu merasa takut atau ragu untuk melakukan perawatan gigia.
"Kalau ada masalah tentang kesehatan gigi segera periksakan ke dokter gigi. Tidak perlu takut karena perawatan gigi tidak membatalkan puasa," tekan drg. Rahmat Agung.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Topik
1. Apa penyebab bau mulut yang tidak kunjung hilang?
Jawaban: Bau mulut yang terus muncul dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti penumpukan bakteri di rongga mulut, sisa makanan yang tidak dibersihkan dengan baik, gigi berlubang, radang gusi, hingga karang gigi. Kebiasaan kurang menjaga kebersihan mulut juga dapat memperparah kondisi tersebut.
2. Apakah bau mulut bisa sembuh dengan pergi ke dokter gigi?
Jawaban: Ya, bau mulut sangat mungkin diatasi dengan bantuan dokter gigi. Melalui pemeriksaan, dokter dapat mengetahui penyebab utama bau mulut dan memberikan perawatan yang sesuai, seperti membersihkan karang gigi atau menangani masalah pada gigi dan gusi.
3. Kapan sebaiknya seseorang memeriksakan bau mulut ke dokter gigi?
Jawaban: Jika bau mulut tidak kunjung hilang meskipun sudah menjaga kebersihan gigi dan mulut, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter gigi. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mencegah masalah kesehatan mulut menjadi lebih serius.
4. Apakah menjaga gaya hidup juga berpengaruh terhadap bau mulut?
Jawaban: Ya, gaya hidup sangat berpengaruh terhadap kesehatan rongga mulut. Kebiasaan seperti menyikat gigi secara rutin, membersihkan lidah, minum air putih yang cukup, dan menghindari makanan tertentu dapat membantu mengurangi risiko bau mulut.
5. Apakah pemeriksaan gigi harus menunggu ada keluhan?
Jawaban: Tidak. Idealnya setiap orang tetap melakukan kontrol rutin ke dokter gigi meskipun tidak memiliki keluhan. Pemeriksaan secara berkala, misalnya setiap enam bulan sekali, dapat membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut serta mencegah berbagai masalah sejak dini.

8 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516147/original/045962400_1772261219-ruam.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527653/original/046595100_1773209806-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_11.24.13.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5111720/original/036209000_1738056771-pexels-karolina-grabowska-5241037.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5525737/original/025544500_1773054515-budi__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527628/original/088045100_1773208952-taruna_idul_fitri.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4440990/original/090423600_1685005026-15f47b27-18b1-406a-83b1-2658c46a866a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527575/original/068003100_1773207345-OMRON_TENS_Media_Launch__3_.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5043586/original/029747700_1733818617-1733754911175_fungsi-vitamin-e.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5060336/original/076994100_1734756116-1734751963337_tips-perut-langsing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5527101/original/084565700_1773181232-Koopmans.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526756/original/038501900_1773132635-Poon_Yi_Ling_Eileen_tentang_kanker_pada_pasien_usia_muda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493580/original/057777400_1770259688-national-cancer-institute-L7en7Lb-Ovc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3225983/original/097045200_1599023061-Imunisasi-Campak1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526472/original/047857300_1773123123-Film_Na_Willa.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4529385/original/073753800_1691421379-shutterstock_1167771535.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5284529/original/016148100_1752640759-7a66c17a-2bcc-47bf-a78e-61bba7284f76.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441889/original/058278100_1765520069-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5526154/original/084381900_1773113381-abdi__3_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5448787/original/062008800_1766040344-23407.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

