BBM Makin Terbatas, Lokomotif hingga Genset KAI Pakai B40

2 weeks ago 15

Senin, 13 April 2026 - 09:22 WIB

Jakarta, VIVA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengungkapkan bahwa saat ini seluruh lokomotif dan genset telah menggunakan biosolar B40 dalam menjalankan operasionalnya.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengungkapkan, hal itu merupakan bentuk perusahaan dalam menerapkan energi hijau melalui ditengah semakin terbatasnya Bahan Bakar Minyak (BBM) saat ini. Sserta bersiap mengadopsi B50 guna mendukung efisiensi dan keberlanjutan transportasi nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Seluruh sarana lokomotif dan genset yang dioperasikan KAI telah menggunakan energi terbarukan melalui bahan bakar biosolar B40," kata Anne dikutip dari keterangannya, Senin, 13 April 2026.

Dia menjabarkan, pemanfaatan B40 merupakan dukungan KAI terhadap langkah strategis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam menghadirkan energi terbarukan di sektor transportasi. Melalui penggunaan energi terbarukan ini, operasional kereta api menghasilkan emisi yang lebih rendah dan memperkuat perannya sebagai solusi logistik serta transportasi yang jauh lebih ramah lingkungan.

Ia menyampaikan sebagai pengguna teknologi energi hijau, KAI terus menjadi mitra mobilitas yang dapat diandalkan masyarakat. "Kami mengerti bahwa efisiensi dan biaya perjalanan yang terjangkau adalah hal yang sangat berarti bagi masyarakat. Di tengah kondisi BBM yang semakin terbatas, kereta api hadir sebagai solusi mobilitas yang tetap hemat dan bisa diandalkan," tutur Anne.

Menurutnya dengan menggunakan B40 hasil inovasi Kementerian ESDM, setiap pelanggan otomatis menjadi bagian dari transformasi besar menuju transisi energi nasional yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

"KAI menaruh perhatian besar dan siap mendukung langkah selanjutnya dari Kementerian ESDM, yaitu pengembangan B50," ucap Anne.

Strategi pemerintah dalam memperbesar pemanfaatan bahan bakar nabati (BBN) merupakan bagian dari strategi besar menuju kemandirian energi nasional serta pencapaian target net zero emission (NZE) 2060.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

KAI, tambah Anne, sangat antusias menyambut kehadiran B50 yang nantinya dapat diterapkan pada perkeretaapian. Mengingat keselamatan perjalanan merupakan prioritas utama, seluruh sarana lokomotif dan genset yang akan menggunakan B50 dipastikan melalui rangkaian uji coba teknis terlebih dahulu sebelum resmi melayani pelanggan.

Lebih lanjut, dia mengatakan KAI mendukung penuh rencana transisi ke B50 yang tengah digarap oleh Kementerian ESDM. Pemanfaatan energi terbarukan yang semakin maju membuat kereta api semakin unggul dalam menjaga kelestarian alam, sehingga kita bisa mewariskan lingkungan yang lebih sehat untuk generasi mendatang.

Halaman Selanjutnya

"Kesadaran masyarakat untuk beralih ke transportasi publik yang ramah lingkungan terus tergambar dari peningkatan volume pelanggan," beber Anne.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |