VIVA – Kekalahan Timnas Belanda dari Maroko pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 tidak hanya meninggalkan kekecewaan di atas lapangan. Seusai pertandingan, tiga pemain De Oranje, yakni Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville, justru menjadi sasaran serangan di media sosial.
Belanda harus mengakhiri langkahnya di turnamen setelah kalah melalui drama adu penalti. Dalam pertandingan tersebut, Maroko mampu memanfaatkan momen krusial untuk memastikan tiket ke babak 16 besar sekaligus menyingkirkan salah satu unggulan Eropa.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Summerville tampil sebagai starter dalam laga tersebut. Sementara itu, Kluivert dan Timber masuk dari bangku cadangan untuk menambah daya gedor tim asuhan Ronald Koeman.
Ketiganya kemudian dipercaya menjadi algojo dalam babak adu penalti. Namun, seluruhnya gagal menjalankan tugas dengan sempurna sehingga peluang Belanda untuk melanjutkan perjalanan di Piala Dunia pun sirna.
Justin Kluivert di Timnas Belanda
Photo :
- REUTERS/Daniel Becerril
Usai kekalahan itu, gelombang reaksi dari suporter langsung membanjiri media sosial para pemain. Alih-alih mendapat dukungan setelah mengalami kegagalan, mereka justru menerima ribuan komentar bernada negatif.
Dikutip dari Voetbal Primeur, Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville akhirnya memilih menonaktifkan fitur komentar pada unggahan mereka. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari terus masuknya komentar yang berisi hinaan maupun ujaran kebencian.
Tidak sedikit komentar yang disebut mengandung unsur rasisme. Serangan tersebut tidak hanya berasal dari pengguna media sosial di Belanda, tetapi juga datang dari berbagai negara lain yang mengikuti jalannya Piala Dunia 2026.
Hal ini juga sempat dilakukan oleh ayah dari Justin Kluivert, Patrick Kluivert. Pada saat gagal membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026, akun Instagram-nya mendapat serangan.
Ia kemudian menonaktifkan kolom komentar guna menghindari komentar yang bernada cacian sampai rasis.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di sisi lain, kegagalan Belanda di babak 32 besar menjadi pukulan bagi skuad Ronald Koeman. De Oranje sebelumnya datang ke Piala Dunia 2026 dengan status sebagai salah satu kandidat kuat untuk melangkah jauh, namun harus mengakhiri perjuangan lebih cepat setelah kalah dalam adu penalti melawan Maroko.
Sementara itu, Maroko melanjutkan kiprah impresifnya dengan memastikan tempat di babak 16 besar. Tim berjuluk Atlas Lions kembali menunjukkan mental kuat dalam laga gugur dan berhasil memanfaatkan momen-momen penting untuk mengamankan kemenangan. (fan)
Ini Alasan Gakpo Menangis usai Cetak Gol ke Gawang Maroko di Piala Dunia 2026, Ternyata Ada Kisah Pilu
Cody Gakpo mencetak gol penting untuk Belanda di Piala Dunia 2026 lalu menangis di lapangan. Selebrasi emosional itu terjadi setelah ia baru kehilangan calon buah hati.
VIVA.co.id
30 Juni 2026

2 weeks ago
4











