Berapa Banyak Dana Negara yang Dihabiskan Suami Tyas? Diminta Kembalikan LPDP Plus Bunga

2 weeks ago 4

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:50 WIB

Belanda, VIVA – Sorotan terhadap kasus beasiswa LPDP yang menyeret nama influencer Dwi Sasetyaningtyas kini melebar ke persoalan dana pendidikan suaminya, Arya Iwantoro. Polemik ini tak hanya menyangkut kewajiban pengabdian, tetapi juga memunculkan pertanyaan publik soal besaran dana negara yang telah dikucurkan selama masa studinya di Belanda.

Kasus tersebut menjadi perhatian Kementerian Keuangan Republik Indonesia karena diduga terjadi pelanggaran terhadap ketentuan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), khususnya aturan 2N+1. Aturan ini mewajibkan awardee menjalani masa pengabdian di Indonesia selama dua kali masa studi ditambah satu tahun. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan riwayat pendidikan yang tercantum di LinkedIn, Arya diketahui menempuh studi S2 dan S3 di Utrecht University selama total tujuh tahun—dua tahun untuk S2 (2014–2016) dan lima tahun untuk S3 (2017–2022). Dengan durasi tersebut, masa pengabdian yang semestinya dijalankan di Tanah Air mencapai 15 tahun.

Namun, keputusan Arya untuk tetap berada di luar negeri dengan alasan melanjutkan studi dan karier memicu kritik warganet. Publik menilai langkah itu berpotensi melanggar komitmen pengabdian yang menjadi syarat utama penerima beasiswa negara.

Lalu, berapa sebenarnya dana yang telah dikeluarkan?

Mengacu pada laman resmi universitas, biaya kuliah program S2 dan S3 di Utrecht University berkisar antara EUR16.000 hingga EUR20.000 per tahun. Jika menggunakan kurs Rp19.000 per euro, biaya maksimal per tahun bisa mencapai sekitar Rp380 juta.

Dengan total masa studi tujuh tahun, estimasi biaya pendidikan saja mencapai kurang lebih Rp2,6 miliar.

Tunjangan dan Benefit Tambahan

Angka tersebut belum termasuk berbagai komponen pembiayaan lain yang ditanggung LPDP. Selain uang kuliah, penerima beasiswa juga memperoleh tunjangan buku Rp10 juta per tahun, bantuan seminar Rp15 juta, bantuan publikasi Rp25 juta, asuransi sekitar Rp29 juta, serta biaya hidup yang diperkirakan mencapai Rp342 juta per tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika ditotal, benefit non-tuition itu mencapai sekitar Rp421 juta per tahun. Dalam kurun tujuh tahun, jumlahnya sekitar Rp2,9 miliar.

Artinya, jika digabungkan antara biaya pendidikan dan berbagai tunjangan, dana yang terserap selama masa studi Arya diperkirakan menyentuh angka Rp5,5 miliar.

Halaman Selanjutnya

Jika memang terbukti melanggar kontrak pengabdian, Arya berpotensi menghadapi sanksi berat berupa kewajiban mengembalikan seluruh dana beasiswa yang diterimanya. Mengingat ia memperoleh pembiayaan untuk dua jenjang pendidikan di luar negeri, nominal yang harus dikembalikan diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |