Bertolak ke Arab Saudi, Menhaj Gus Irfan Pimpin Misi Amirul Hajj 2026

3 weeks ago 9

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:00 WIB

VIVA – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Moch. Irfan Yusuf, bertolak menuju Arab Saudi melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa, 19 Mei 2026. Keberangkatan Menhaj ke Tanah Suci untuk memimpin misi Amirul Hajj 1447 H/2026 M.

Menhaj bertolak ke Jeddah menggunakan maskapai Garuda Indonesia GA-980 pada pukul 11.45 WIB. Keberangkatan ini menjadi bagian dari penguatan pengawasan langsung pemerintah terhadap penyelenggaraan ibadah haji Indonesia di Arab Saudi, khususnya menjelang fase puncak haji.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejumlah tokoh turut tergabung dalam misi Amirul Hajj 2026, antara lain Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i, Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy, Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, Ketua Umum PP Pergunu Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim dan beberapa tokoh lainnya.

Menhaj mengatakan, keberangkatan Amirul Hajj merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk hadir langsung mengawal pelayanan jemaah di Tanah Suci.

"Keberangkatan Amirul Hajj ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh layanan bagi jemaah berjalan baik, terutama menjelang fase puncak haji. Fokus kami adalah keselamatan, kenyamanan, dan kekhusyukan ibadah jemaah Indonesia," kata Menhaj Irfan Yusuf dilansir laman Kemenhaj, Selasa.

Menhaj menyampaikan, hingga saat ini sebanyak 92,7 persen jemaah haji Indonesia telah tiba di Arab Saudi. Ia menegaskan, seluruh layanan mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, pembinaan ibadah, hingga pelindungan jemaah terus dipantau dan dikawal secara intensif.

"Alhamdulillah, 92,7 persen jemaah haji Indonesia sudah tiba di Arab Saudi. Kami terus memastikan seluruh layanan berjalan sesuai standar dan petugas hadir mendampingi jemaah di setiap titik layanan," ujar Menhaj.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kesempatan itu, Menhaj juga menyampaikan bahwa terdapat 345 jemaah yang tidak dapat diberangkatkan karena dinyatakan tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan saat berada di embarkasi. Menurutnya, hal ini menjadi perhatian bersama agar ke depan kesiapan kesehatan jemaah benar-benar menjadi prioritas sejak awal.

"Tahun ini ada 345 jemaah yang gagal berangkat karena tidak istithaah saat di embarkasi. Kami tentu memahami ini bukan kondisi yang mudah bagi jemaah dan keluarga. Karena itu, kami mohon untuk tahun depan seluruh calon jemaah lebih memprioritaskan istithaah, terutama kesiapan kesehatan, sejak jauh hari sebelum keberangkatan," ujar Menhaj.

Halaman Selanjutnya

Menhaj menegaskan, prinsip istithaah merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pemerintah ingin memastikan setiap jemaah yang berangkat benar-benar dalam kondisi siap secara fisik, mental, dan kesehatan agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan aman.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |