BI Dorong Literasi dan Kesejahteraan Keuangan dengan Gerakan Ini

1 day ago 3

Senin, 9 Maret 2026 - 16:11 WIB

Jakarta, VIVA Bank Indonesia (BI) bersinergi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan berbagai lembaga meluncurkan gerakan Aksi Kuatkan Literasi dan Inklusi Keuangan untuk Kesejahteraan (AKSI KLIK) serta fasilitas Akses Keuangan melalui Business Matching dan Literasi untuk Kesejahteraan Keuangan (Aku Bisa Sejahtera) pada Jumat, 6 Maret 2026.

Inisiatif ini bertujuan mempercepat peningkatan literasi dan inklusi keuangan digital dan mendorong akses keuangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan program ini bentuk sinergi lintas lembaga untuk memperkuat literasi keuangan masyarakat di tengah pesatnya digitalisasi sektor keuangan. BI menggandeng Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian di bawah pimpinan Airlangga Hartarto sekaligus Ketua Harian Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) dan berbagai lembaga untuk bersama-sama menyejahterakan UMKM dan ekonomi kerakyatan. 

“Ini acara sinergi yang erat antara Kemenko Perekonomian di bawah pimpinan Bapak Airlangga Hartarto sekaligus Ketua Harian DNKI, Bank Indonesia dan berbagai lembaga untuk bersama-sama mensejahterakan UMKM dan ekonomi kerakyatan,” ujar Perry dalam acara peluncuran AKSI KLIK dan Aku Bisa Literasi di Grha Bhasvara Icchana, Gedung BI, pada Jumat, 6 Maret 2026. 

Peluncurkan AKSI KLIK dan Gerakan Aku Bisa Sejahtera

Gerakan dan inisiasi tersebut didasarkan pada Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025. Tingkat inklusi keuangan nasional telah mencapai 92,74 persen, namun tingkat literasi keuangan baru 66,46 persen. Menurut Perry, peningkatan inklusi keuangan harus berjalan seiring dengan peningkatan literasi masyarakat. 

“Sudah ada kemajuan dari tahun ke tahun tapi perlu terus ditingkatkan,” tegas Perry.

Kata Perry, literasi keuangan tidak sekadar membuka akun bank digital atau menggunakan QRIS. Masyarakat juga perlu memahami risiko produk keuangan agar terlindungi dari berbagai kejahatan finansial seperti pinjaman online ilegal.

Ia menekankan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran harus diimbangi peningkatan literasi digital. Saat ini pengguna QRIS sudah hampir 60 juta dan sekitar 50 juta di antaranya adalah pelaku UMKM.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Literasi menjadi sangat penting bagi masyarakat. Mari bersama-sama kita tingkatkan literasi untuk mendukung tercapainya target-target pemerintah,” lanjut Perry.

Dalam acara ini, BI juga secara resmi menerbitkan buku strategi edukasi literasi keuangan digital, modul Digital Financial Services (DFS) tingkat dasar, serta pedoman implementasi model bisnis UMKM berkelanjutan. Modul ini terdiri dari lima pembahasa utama mencakup Uang, Budgeting, Transaksi Keuanga, Produk Layanan Keuangan dan Perlindungan Terhadap Risiko.

Halaman Selanjutnya

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut inisiatif Aksi KLIK dan gerakan Aku Bisa Sejahtera sangat penting di tengah transformasi digital sektor keuangan. Menurutnya, program yang diinisiasi BI sejalan dengan agenda pembangunan nasional untuk mendorong kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja berkualitas.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |