BI Sebut Geopolitik Timur Tengah & Lonjakan Harga Minyak Jadi Biang Kerok Pelemahan Rupiah

1 day ago 2

Senin, 21 September 2026 - 15:13 WIB

Jakarta, VIVA – Bank Indonesia (BI) melalui Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas, Erwin Gunawan Hutapea, menjelaskan perkembangan terkini dari kondisi nilai tukar rupiah.

Perdagangan di pasar spot pada Senin, 21 September 2026 hingga pukul 14.59 WIB, diketahui rupiah ditransaksikan di Rp 17.847 per dolar AS. Posisi itu melemah 89 poin atau 0,50 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.758 per dolar AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Erwin menyampaikan, pelemahan nilai tukar rupiah masih dipengaruhi oleh kekhawatiran tensi geopolitik di Timur Tengah, yang mendorong harga minyak tetap tinggi di atas US$100 per barel.

"Sehingga meningkatkan risiko inflasi global dan tekanan pada outlook fiskal," kata Erwin dalam keterangannya, Senin, 21 September 2026.

Dia menambahkan, faktor lainnya yang memberikan tekanan nilai tukar juga didorong oleh kebutuhan valas importir, serta arus keluar dana dari portofolio aset domestik.

Karenanya, Dia pun memastikan bahwa Bank Indonesia akan terus hadir di pasar, untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai fundamentalnya.

Caranya antara lain melalui pengelolaan struktur suku bunga di pasar uang dengan penguatan strategi operasi moneter pro-market.

"Serta memperkuat efektivitas stabilisasi nilai tukar dan kecukupan likuiditas melalui transaksi underlying untuk swap lindung nilai dengan perolehan insentif," ujar Erwin.

Selain itu, langkah intervensi juga akan terus dilakukan BI secara konsisten dan berkesinambungan, melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, disertai pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian, lanjut Erwin, koordinasi dan komunikasi dengan korporasi dan pelaku pasar masih akan terus dilakukan secara intensif. Antara lain untuk mendorong arus masuk modal asing dengan mengoptimalkan insentif yang telah diberikan, serta mendiversifikasi permintaan valas melalui skema Local Currency Transaction (LCT).

"Secara umum, pergerakan rupiah masih sejalan dengan pergerakan mata uang kawasan (regional), dengan penguatan secara quarter-to-date (QTD) sebesar 0,37 persen. Posisi cadangan devisa juga meningkat ke level US$146,5 miliar pada akhir Agustus 2026," ujarnya.

 Serangan rudal milisi Houthi Yaman

Iran dan AS Saling Ancam, Serangan Houthi Perparah Konflik Timur Tengah

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung hingga saat ini. Setelah berbulan-bulan tanpa tanda-tanda penyelesaian, Trump lontarkan peringatan keras ke Iran

img_title

VIVA.co.id

21 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |