Jakarta, VIVA – Bank Indonesia (BI) menegaskan kehadiran Kartu Kredit Indonesia (KKI) bukan ditujukan untuk mendorong masyarakat berutang atau meningkatkan perilaku konsumtif. Instrumen tersebut dihadirkan sebagai salah satu alternatif yang melengkapi ekosistem pembayaran digital nasional.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto Aswin Gantina mengatakan KKI memberikan fasilitas kepada masyarakat untuk melakukan transaksi terlebih dahulu dan membayarnya kemudian sesuai dengan waktu jatuh tempo.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Ini bukan kreditnya, tapi lebih kepada penundaan pembayaran. Jadi, bagaimana fasilitas ini bisa digunakan untuk before payment (sebelum pembayaran)," kata Aswin di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu, 26 Agustus 2026.
KKI Lengkapi Instrumen Pembayaran Digital
Aswin menjelaskan KKI hadir untuk melengkapi berbagai instrumen pembayaran yang selama ini telah digunakan masyarakat.
Instrumen tersebut mulai dari saldo rekening, kartu debit, dompet digital hingga kartu kredit. Dengan adanya KKI, masyarakat memiliki pilihan tambahan ketika membutuhkan fasilitas pembayaran sebelum dana tersedia di rekening.
Menurut Aswin, KKI memungkinkan pengguna menyelesaikan transaksi terlebih dahulu selama masih berada dalam batas fasilitas yang tersedia. Pembayaran kemudian dilakukan sesuai dengan ketentuan dan jatuh tempo yang berlaku.
Skema tersebut dinilai memberikan fleksibilitas ketika kebutuhan pembayaran muncul lebih cepat dibandingkan ketersediaan dana.
Ia mencontohkan seseorang yang membutuhkan pembayaran pada awal bulan, sementara dana yang diperlukan baru tersedia beberapa hari setelahnya. Dalam kondisi tersebut, KKI dapat digunakan untuk melakukan transaksi lebih dahulu dan pembayaran dilakukan ketika dana telah tersedia.
"Misalnya kalau saya bisa beli dulu sekarang, tapi uangnya baru ada tanggal 15, kemudian jatuh temponya tanggal 20, kan cukup. Saya pakai itu (KKI) dulu," ujarnya.
BI Ingatkan KKI Bukan untuk Berutang
Meski memberikan fasilitas penundaan pembayaran, Aswin menegaskan KKI tidak dirancang untuk mendorong masyarakat meningkatkan utang maupun perilaku konsumtif.
Menurut dia, KKI lebih diarahkan sebagai fasilitas pembayaran yang memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan transaksi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Ini hanya fasilitas untuk penundaan pembayaran, sehingga masyarakat bisa menggunakannya sebagai media untuk mendahulukan pembayaran," katanya.
Karena itu, masyarakat tetap diharapkan menggunakan KKI secara bijak. Pemanfaatannya perlu disesuaikan dengan kemampuan pengguna untuk memenuhi kewajiban pembayaran pada waktunya.
Halaman Selanjutnya
Pengajuan KKI juga tidak dilakukan secara otomatis. Aswin mengatakan proses pengajuan tetap melalui penilaian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

1 hour ago
2
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

