Biaya Kesehatan Mandiri di RI Tembus Rp 175 Triliun, OJK Dorong Pemanfaatan Asuransi

1 week ago 9

Senin, 13 April 2026 - 14:55 WIB

Jakarta, VIVA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun, Ogi Prastomiyono menyampaikan, saat ini belanja kesehatan mandiri (out of pocket) masyarakat telah mencapai hingga Rp 175 triliun.

Karenanya, Ogi mengaku bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah guna menekan angka belanja kesehatan mandiri masyarakat tersebut, sambil mendorong masyarakat untuk mulai memanfaatkan jaminan asuransi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terlebih, Ogi menjabarkan bahwa saat ini porsi masyarakat yang masih membayar biaya kesehatan secara mandiri tercatat masih berada di angka 28,8 persen.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono

Photo :

  • [Mohammad Yudha Prasetya]

"Masyarakat yang belum menggunakan produk untuk program kesehatan, baik BPJS maupun asuransi kesehatan yang mirip komersial itu, masih cukup besar," kata Ogi di kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta Selatan, Senin, 13 April 2026.

"Ada 28,8 persen dari total pembelanjaan kesehatan itu masih bayar pakai uang sendiri atau disebut dengan out of pocket, yang jumlahnya itu Rp 175 triliun. Nah itu yang kita mau turunkan," ujarnya.

Ogi menjelaskan, saat ini kontribusi asuransi kesehatan komersial terhadap total belanja kesehatan nasional masih relatif kecil, karena masih berada di angka 5 persen.

Karenanya, OJK bersama Kementerian Kesehatan saat ini tengah berupaya untuk terus memperbaiki efisiensi dan manfaat produk-produk asuransi, supaya ke depannya bisa menjadi lebih menarik bagi masyarakat.

"Karena mereka melihat apa untung ruginya (ikut asuransi)? Bagaimana prosesnya, (apakah) lebih efisien dan lebih baik, dan sebagainya," kata Ogi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia kembali mengingatkan bahwa angka 28,8 persen dari jumlah masyarakat yang masih belanja kesehatan secara mandiri atau out of pocket itu, memang terbilang masih sangat besar. Karenanya, OJK akan berupaya untuk menggeser mereka ke asuransi komersial, yang saat ini jumlahnya masih 5 persen dari total belanja kesehatan nasional.

"Nah, itu yang kita mau tingkatkan, dan kita sekarang bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan untuk merealisasikannya," ujarnya.

Ilustrasi dompet kosong

Perang AS-Israel vs Iran dan PHK Massal Hantam Dompet Warga, Anggaran Belanja Mulai Dikurangi

Perang di Timur Tengah dan gelombang PHK membuat konsumen menahan belanja. Harga naik, inflasi mengintai, dan perusahaan mulai menyesuaikan strategi. Baca di sini

img_title

VIVA.co.id

13 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |