Jakarta, VIVA – Pemerintah melalui Badan Informasi Geospasial (BIG) didorong untuk memperkuat pemetaan wilayah rawan bencana di Indonesia. Sehingga, langkah antisipasi bisa disiapkan dengan matang di masa depan.
Hal ini disampaikan Anggota Komisi XII DPR RI Shanty Alda Nathalia setelah kunjungannya ke Desa Padasari, Kabupaten Tegal, yang menurutnya memperlihatkan secara langsung pentingnya data geospasial yang akurat untuk mendukung mitigasi bencana.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Shanty menilai bahwa pemetaan wilayah rawan bencana harus menjadi prioritas nasional, mengingat Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap berbagai bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, hingga gempa bumi. Karena itu, pembaruan data geospasial yang presisi dinilai sangat penting untuk membantu pemerintah dalam merancang kebijakan yang tepat.
“Setelah saya melakukan kunjungan ke Desa Padasari Kabupaten Tegal, saya kira pemetaan wilayah rawan bencana perlu menjadi prioritas nasional. Kami mendorong Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk terus memperbaharui dan meningkatkan akurasi data geospasial agar pemerintah, baik pusat maupun daerah, memiliki rujukan yang jelas dalam perencanaan tata ruang, pembangunan infrastruktur, serta mitigasi bencana,” ujar Shanty, dikutip dari keterangannya, Senin, 9 Maret 2026.
Menurutnya, data geospasial yang akurat bukan hanya berfungsi sebagai referensi teknis, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam melindungi keselamatan masyarakat. Berlandaskan pemetaan yang tepat, pemerintah dapat mengidentifikasi wilayah yang memiliki tingkat risiko tinggi sehingga langkah-langkah pencegahan dan mitigasi dapat dilakukan secara lebih efektif.
Lebih lanjut, Shanty menekankan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta lembaga terkait seperti BIG perlu terus diperkuat agar data geospasial dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan sistem pemetaan yang terintegrasi dan selalu diperbarui, proses perencanaan pembangunan dapat dilakukan secara lebih terarah dan berbasis risiko.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Data yang presisi sangat berperan dalam menjaga keselamatan dan efektivitas upaya penanganan bencana di lapangan. Karena itu, penguatan sistem pemetaan geospasial perlu menjadi bagian dari strategi nasional dalam mengurangi risiko bencana,” tambahnya.
Ia berharap upaya peningkatan kualitas data geospasial dapat menjadi langkah strategis dalam membangun sistem mitigasi bencana yang lebih tangguh di Indonesia, sehingga pemerintah dapat mengambil langkah yang lebih cepat, tepat, dan terukur dalam menghadapi potensi bencana di berbagai daerah.
Halaman Selanjutnya
Dengan dukungan pemetaan geospasial yang akurat dan terintegrasi, diharapkan upaya perlindungan masyarakat serta pembangunan yang berkelanjutan dapat berjalan lebih efektif di masa mendatang.

1 day ago
3










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

