Blak-blakan! Didier Deschamps Akui Prancis dan Inggris Sama-sama Tak Mau Main di Piala Dunia

3 weeks ago 12

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:00 WIB

VIVA – Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, melontarkan pengakuan mengejutkan jelang laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 melawan Inggris. Juru taktik berusia 57 tahun itu secara terbuka mengakui bahwa baik Prancis maupun Inggris sebenarnya sama-sama tidak ingin memainkan pertandingan tersebut.

Laga yang digelar di Miami itu menjadi pertandingan terakhir Deschamps sebagai pelatih Les Bleus setelah lebih dari satu dekade menangani Timnas Prancis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Suasana hati skuad Prancis memang sedang terpukul usai gagal melangkah ke final. Les Bleus harus mengubur mimpi setelah takluk 0-2 dari Spanyol di semifinal.

Deschamps pun mengakui sulit membangkitkan motivasi pemain untuk kembali bertanding hanya demi memperebutkan posisi ketiga.

"Saya memiliki tanggung jawab untuk pertandingan ini. Ini bukan laga persahabatan, melainkan perebutan tempat ketiga. Para pemain, staf, dan saya tetap punya kewajiban untuk menyelesaikan turnamen sebaik mungkin," ujar Deschamps.

Namun setelah itu, ia melontarkan pernyataan yang langsung menjadi sorotan.

"Pertandingan ini memang tidak sepenting final. Inggris sebenarnya tidak ingin memainkan pertandingan ini, begitu juga kami. Tapi inilah kenyataannya," lanjutnya.

Meski mengakui minimnya motivasi, Deschamps tetap meminta para pemainnya menjaga profesionalisme dan menghormati seragam Timnas Prancis.

Baginya, mengenakan jersey Les Bleus selalu membawa tanggung jawab besar, apa pun pertandingan yang dijalani.

"Kami harus fokus mengejar posisi ketiga. Saat mengenakan seragam Prancis, kami punya kewajiban memberikan yang terbaik," tegasnya.

Pelatih yang membawa Prancis juara Piala Dunia 2018 itu juga mengungkapkan emosinya menjelang pertandingan terakhir dalam karier kepelatihannya bersama Les Bleus.

"Dalam benak saya, saya tahu ini pertandingan terakhir saya. Saya tidak ingin ada yang menangis. Akhir sudah dekat, tetapi hidup terus berjalan," ucap Deschamps.

Pernyataan sang pelatih mendapat dukungan dari bek Prancis, Ibrahima Konate.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bek yang baru bergabung dengan Real Madrid itu mengaku seluruh pemain sebenarnya juga kecewa harus tampil di laga perebutan tempat ketiga. Namun mereka memiliki satu misi, yakni memberikan perpisahan terbaik untuk Deschamps.

"Tak seorang pun dari kami ingin memainkan pertandingan perebutan tempat ketiga ini. Tapi kami tidak punya pilihan. Kami ingin membalas jasa pelatih kami karena beliau telah memberikan begitu banyak untuk Timnas Prancis," kata Konate.

Halaman Selanjutnya

"Kami harus melakukan segalanya untuk memenangkan pertandingan ini dan mempersembahkan medali perunggu untuknya," lanjutnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |