Boni Hargens Yakin TNI-Polri Punya Strategi yang Efektif Jaga Situasi Tetap Aman Besok

1 hour ago 1

Rabu, 26 Agustus 2026 - 17:35 WIB

Jakarta, VIVA – Analis politik dan isu intelijen Boni Hargens menilai bahwa Polri dan aparat penegak hukum lainnya memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif dan terkendali, di tengah beredarnya berbagai rumor mengenai aksi pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Boni menilai bahwa rumor aksi merupakan bagian dari dinamika narasi di ruang publik kontemporer. Rumor semacam ini, kata dia, tidak otomatis dimaknai sebagai ancaman nyata, namun tetap memerlukan respons yang proporsional dan terukur dari semua pihak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Polri bersama TNI dan BIN tentunya sudah memiliki strategi kolaborasi yang efektif untuk menjaga kondisi tetap aman dalam situasi chaos apa pun yang mungkin terjadi. Apalagi, saya percaya betul dengan kinerja Pak Kapolri yang sudah terbukti selama ini sukses menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dalam beragam gejolak yang terjadi sejak 2024," kata Boni dalam keterangan tertulis, Rabu, 26 Agustus 2026.

Boni menegaskan bahwa aparat keamanan nasional diyakini telah memiliki kesiapan serta strategi kolaborasi yang matang dalam menghadapi berbagai skenario keamanan. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa kewaspadaan tidak boleh kendur meskipun situasi tampak terkendali.

Boni memperkenalkan kerangka analisis keamanan yang dikenal sebagai Black Swan Theory (Teori Angsa Hitam). Teori dalam ilmu keamanan ini menekankan bahwa selalu ada kemungkinan terjadinya peristiwa tak terduga, bahkan ketika tidak ada preseden atau indikasi sebelumnya.

Ia menjelaskan peristiwa yang tidak dapat diprediksi, namun berdampak besar, selalu memiliki peluang untuk terjadi. Logika keamanan harus senantiasa memperhitungkan kemungkinan ini, bahkan ketika situasi tampak sepenuhnya normal dan terkendali.

"Implikasi bagi aparat keamanan
Keberhasilan menjaga keamanan tidak boleh membuat aparat terlena. Perencanaan skenario terburuk (worst-case scenario planning) dan respons adaptif menjadi kunci dalam menghadapi setiap momen demonstrasi berskala besar," kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, Boni mengajak semua pihak, termasuk masyarakat, media, dan pengambil kebijakan, untuk merespons isu ini secara proporsional serta tidak meremehkan ancaman, namun juga tidak memperkeruh suasana dengan kepanikan yang tidak berdasar. 

"Tentu saja kita tidak mengharapkan hal buruk terjadi, namun logika keamanan harus selalu melihat adanya peluang munculnya angsa hitam dalam setiap peluang ancaman," ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Di balik klaim bahwa situasi keamanan kondusif, Boni Hargens mengidentifikasi kombinasi tiga faktor risiko yang berpotensi mengubah demonstrasi yang semula bersifat normatif menjadi situasi yang kompleks dan problematis bagi keamanan nasional.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |