VIVA – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memastikan kondisi pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak mengguncang dana haji jemaah. BPKH menegaskan dana haji yang dikelola tetap aman karena kebutuhan valuta asing untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun ini sudah dibeli lebih awal saat kurs masih stabil.
Anggota Badan Pelaksana BPKH, Acep Riana Jayaprawira, mengatakan seluruh pengelolaan dana haji dilakukan dengan prinsip kehati-hatian melalui instrumen investasi dan penempatan berisiko rendah sesuai amanat Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Dana itu pencatatannya baik. Pada saat melakukan investasi dan penempatan itu dilakukan dengan kehati-hatian. Kita lakukan kajian risiko, kajian hukum, kajian kepatuhan dan itu melewati komite," kata Acep usai kegiatan "BPKH Connect" di Semarang, Jawa Tengah, Rabu, 20 Mei 2026.
Menurut dia, setiap keputusan investasi tidak diambil secara sembarangan karena melibatkan tujuh anggota badan pelaksana dan tujuh anggota dewan pengawas BPKH. Skema tersebut dilakukan untuk memastikan dana haji tetap aman dan tidak mengalami pengurangan nilai.
Saat ini, kata dia, BPKH hanya diperbolehkan menempatkan dana pada instrumen berisiko rendah lantaran belum memiliki modal maupun cadangan kerugian, sebagaimana diatur dalam regulasi lama.
Karena itu, ia berharap revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji nantinya dapat memberi ruang pembentukan modal dan cadangan kerugian agar pengelolaan dana lebih fleksibel, namun tetap aman. "Mudah-mudahan dengan perubahan undang-undang nanti, setelah ada modal dan diizinkan membentuk cadangan kerugian, BPKH bisa masuk ke tingkat risiko yang sedikit lebih tinggi daripada rendah," ujarnya
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Diakuinya, tantangan terbesar dalam menjaga keberlanjutan dana haji saat ini berasal dari fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS maupun riyal Saudi, sebab kebutuhan operasional haji banyak menggunakan mata uang asing. "Kalau kurs tinggi maka diperlukan lebih banyak rupiah untuk melakukan pembayaran hotel, penerbangan, katering di Arab Saudi," ungkapnya
Meski begitu, Acep memastikan pelemahan rupiah saat ini belum berdampak terhadap biaya penyelenggaraan haji tahun ini karena kebutuhan valuta asing telah dibeli lebih awal ketika kurs masih stabil.
Halaman Selanjutnya
"Kalau yang sekarang kenaikan dolar ini sudah tidak berpengaruh. Karena kita sudah beli dari kemarin saat (nilai tukar rupiah, red.) masih rendah," ungkapnya (ant)

3 weeks ago
8














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)