Jakarta, VIVA – Perkembangan motor listrik di Indonesia terus menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Data yang dilihat VIVA Otomotif di Kementerian Perindustrian, Jumat 14 Agustus 2026 menunjukkan ada 69 perusahaan kendaraan listrik roda dua dan tiga dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 2,511 juta unit per tahun, sementara populasi sepeda motor listrik telah mencapai 236.451 unit hingga Maret 2026.
Pertumbuhan tersebut membuat motor listrik tidak lagi hanya digunakan untuk kebutuhan tertentu. Kendaraan ini mulai masuk ke berbagai aktivitas harian, mulai dari perjalanan rumah-sekolah, rumah-kantor, mengantar anak, berbelanja hingga pekerjaan yang membutuhkan mobilitas tinggi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, kebutuhan setiap pengguna berbeda. Jarak perjalanan, lama kendaraan digunakan, kesempatan mengisi baterai dan ketersediaan fasilitas battery swap menjadi faktor penting untuk menentukan apakah motor listrik sesuai digunakan sehari-hari.
Karyawan dan pekerja komuter
Karyawan yang menggunakan motor untuk perjalanan rumah-kantor termasuk kelompok yang relatif mudah beralih ke kendaraan listrik. Rute biasanya tetap dan jarak tempuh harian dapat diperkirakan, sehingga kebutuhan baterai lebih mudah dihitung.
Motor dapat diisi ulang pada malam hari ketika sudah kembali ke rumah. Jika tempat kerja menyediakan fasilitas pengisian, pengguna juga memiliki pilihan tambahan untuk mengisi baterai selama jam kerja.
Pelajar
Pelajar yang sudah memenuhi syarat mengendarai kendaraan bermotor juga memiliki pola perjalanan yang cukup teratur. Rute rumah-sekolah biasanya tidak banyak berubah sehingga jarak tempuh harian dapat diperkirakan.
Untuk penggunaan seperti ini, battery swap tidak selalu diperlukan. Selama jarak tempuh motor mencukupi, baterai dapat diisi di rumah setelah kendaraan digunakan.
Ibu rumah tangga
Aktivitas ibu rumah tangga umumnya terdiri dari sejumlah perjalanan pendek, seperti berbelanja kebutuhan rumah, mengantar atau menjemput anak dan melakukan berbagai keperluan di sekitar tempat tinggal.
Pola tersebut memungkinkan motor kembali ke rumah dalam beberapa kesempatan sehingga pengisian baterai dapat dilakukan tanpa harus menunggu di tengah aktivitas. Karena itu, akses charger di rumah lebih penting dibandingkan jaringan battery swap.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Guru dan tenaga pendidik
Guru maupun tenaga pendidik yang memiliki rute rutin menuju sekolah atau kampus juga dapat memanfaatkan motor listrik untuk perjalanan harian. Kendaraan dapat diisi ketika berada di rumah atau tempat kerja.
Halaman Selanjutnya
Kondisi menjadi berbeda jika pekerjaan mengharuskan perjalanan ke banyak lokasi dalam satu hari. Semakin tinggi mobilitas, semakin penting keberadaan fasilitas pengisian di luar rumah.

5 hours ago
3


















