Bukan Mobil Listrik, Baterai Generasi Baru Diprediksi Masuk Smartphone Lebih Dulu

1 day ago 4

Selasa, 25 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Michigan, VIVA – Baterai solid-state selama ini digadang-gadang sebagai salah satu teknologi yang bisa mengubah masa depan mobil listrik. Namun, sebelum digunakan secara luas pada kendaraan, baterai generasi baru tersebut justru diprediksi lebih dulu masuk ke perangkat berukuran kecil seperti smartphone.

Prediksi itu disampaikan LG Energy Solution dalam sebuah diskusi dengan media di fasilitas baterai barunya di Lansing, Michigan, Amerika Serikat. Dikutip VIVA Otomotif dari InsideEVs, kendala terbesar teknologi solid-state saat ini bukan lagi sekadar pengembangan, melainkan produksi dalam skala besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden LG Energy Solution untuk Amerika Utara, Robert Lee, menjelaskan bahwa baterai solid-state memiliki kepadatan energi yang tinggi. Teknologi tersebut dinilai lebih mudah diterapkan pada produk dengan ukuran baterai kecil dibandingkan paket baterai berukuran besar seperti yang digunakan mobil listrik.

Menurutnya, produksi sel solid-state dalam bentuk kecil berpotensi lebih cepat diwujudkan. Sementara untuk baterai berukuran besar, banyak perusahaan masih menghadapi berbagai tantangan sebelum teknologi tersebut benar-benar siap diproduksi massal.

Lee bahkan memperkirakan teknologi tersebut bisa masuk ke smartphone jauh lebih dulu dibandingkan mobil listrik. Sebelum digunakan secara luas pada EV, baterai solid-state juga berpeluang dipakai untuk kebutuhan khusus seperti drone dan kendaraan listrik berperforma tinggi.

Selama ini, baterai solid-state menarik perhatian karena menjanjikan sejumlah keunggulan dibandingkan baterai lithium-ion konvensional. Teknologi ini berpotensi menawarkan kepadatan energi lebih tinggi, sehingga kendaraan listrik dapat memiliki jarak tempuh lebih jauh dengan ukuran baterai yang relatif sama.

Selain itu, teknologi tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan keamanan dan mempercepat proses pengisian daya. Meski demikian, potensi tersebut belum serta-merta membuat baterai solid-state siap menggantikan teknologi yang digunakan mobil listrik saat ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejumlah produsen memang sudah mulai membawa teknologi tersebut keluar dari laboratorium untuk diuji pada kendaraan nyata. Mercedes-Benz pernah menguji prototipe EQS dengan baterai semi-solid-state, sementara BMW juga memasang baterai all-solid-state pada prototipe i7.

Stellantis pun sedang menguji paket baterai semi-solid-state pada Dodge Charger Daytona EV. Di China, persaingan pengembangan baterai solid-state juga semakin ketat, dengan sejumlah perusahaan menargetkan produksi percobaan mulai 2027.

Halaman Selanjutnya

Meski begitu, LG Energy Solution melihat baterai lithium-ion masih akan terus berkembang dalam beberapa tahun mendatang. Perusahaan tersebut juga sedang mengembangkan teknologi lain, termasuk baterai lithium-manganese-rich atau LMR dan baterai sodium-ion.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |