BYD Kenalkan Teknologi Terbaru Lewat Tech Culture Festival

3 weeks ago 14

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:49 WIB

Jakarta, VIVA - Dominasi kendaraan elektrifikasi di Indonesia dinilai mulai memasuki babak baru. Tidak lagi sekadar menjadi produk teknologi untuk kalangan tertentu, mobil ramah lingkungan kini mulai diterima lebih luas oleh masyarakat. Hal tersebut disampaikan Presiden Direktur Eagle Zhao dalam ajang BYD Tech Culture Festival di Jakarta.

Dalam sambutannya, Eagle menyebut kehadiran festival tersebut bukan hanya untuk memamerkan teknologi, melainkan memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat terhadap inovasi kendaraan energi baru milik BYD.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Teknologi itu penting ketika bisa dirasakan langsung, bukan hanya dilihat di layar atau membaca spesifikasi. Kami ingin masyarakat bisa menyentuh, merasakan, dan memahami bagaimana teknologi membuat hidup menjadi lebih baik,” ujar Eagle.

Menurut dia, tantangan mobilitas di Indonesia saat ini semakin kompleks. Kemacetan yang kian padat serta biaya bahan bakar yang terus meningkat membuat konsumen membutuhkan solusi mobilitas yang lebih efisien dan mudah digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Orang-orang menghabiskan lebih banyak waktu di jalan. Karena itu masyarakat tidak hanya membutuhkan mobil, tetapi solusi mobilitas yang praktis, nyaman, dan bisa diandalkan,” katanya.

Eagle menjelaskan, alasan itulah yang membuat BYD masuk ke pasar Indonesia sejak 2024. Sejak awal, pabrikan asal China tersebut mengaku ingin mendukung visi pemerintah dalam membangun ekosistem kendaraan elektrifikasi nasional.

Hingga saat ini, BYD telah menghadirkan tujuh model kendaraan di Indonesia dan memperluas jaringan penjualannya secara agresif. Saat ini perusahaan mengoperasikan sekitar 85 showroom di 49 kota, dan menargetkan lebih dari 100 dealer hingga akhir tahun 2026.

“Di mana pun masyarakat berada, BYD ingin selalu dekat dengan konsumen,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, saat ini sudah ada sekitar 90 ribu kendaraan BYD yang beroperasi di Indonesia. Menurut Eagle, angka tersebut bukan hanya soal penjualan, melainkan bentuk kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan energi baru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketika pertama kali hadir di Indonesia, penetrasi kendaraan listrik nasional disebut masih berada di bawah satu persen. Namun kini, menurut Eagle, kontribusinya telah meningkat hingga sekitar 20 persen dari pasar elektrifikasi.

“Ini merupakan perkembangan luar biasa bagi industri otomotif Indonesia. Kendaraan energi baru sekarang bukan lagi sekadar produk teknologi mahal untuk kelompok kecil,” kata dia.

Halaman Selanjutnya

Meski demikian, Eagle menilai perjalanan elektrifikasi di Indonesia masih sangat panjang. Sebab kendaraan berbahan bakar konvensional masih mendominasi sekitar 65 persen pasar otomotif nasional.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |