Jakarta, VIVA – Perusahaan perangkat lunak (software), Strategy Inc (MSTR), lagi-lagi menambah porsi kepemilikan Bitcoin di tengah tekanan harga aset Kripto. Sang pemilik, Michael Saylor, memborong 1.142 koin Bitcoin, menurut pengajuan 8-K kepada Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) pada Senin, 9 Februari 2026.
Nilai pembelian jumbo ini ditaksir mencapao US$90 juta atau setara Rp1,51 triliun (estimasi kurs Rp 16.810 per dolar AS) dengan harga rata-rata US$78.815 sekitar Rp 1,32 miliar per koin. Aksi borong ini berlangsung selama tujuh hari pada periode 2–8 Februari 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Michael Saylor mengungkapkan total kepemilikan Bitcoin perusahaannya sebanyak 714.644 BTC. Nilai aset tersebut diperkirakan setara US$49,2 miliar dengan harga beli rata-rata US$76.056 per bitcoin.
Jumlah tersebut setara 3,4 persen dari total pasokan Bitcoin yang ada di dunia sebanyak 21 juta keping.
Koreksi harga bitcoin belakangan ini membuat Strategy secara pembukuan mencatat potensi kerugian sekitar US$5,2 miliar. Pasalnya, Strategy telah menggelontorkan dana sekitar US$54,4 miliar, termasuk biaya dan pengeluaran lainnya, untuk mengoleksi aset emas digital tersebut.
Dikutip dari The Block, pembelian Bitcoin terbaru dibiayai dari hasil penjualan saham Class A (MSTR) melalui skema at-the-market. Dalam sepekan terakhir, Strategy menjual 616.715 saham MSTR dengan nilai sekitar US$89,5 juta. Per 8 Februari 2026, perusahaan masih memiliki ruang penerbitan saham senilai US$7,97 miliar dalam program tersebut.
Sebelum pengumuman resmi, Saylor sempat memberi sinyal lewat unggahan di media sosial dengan menyebut kalimat ikoniknya, yakni orange dots matter (titik oranye itu penting). Sepekan sebelumnya, Strategy juga mengumumkan pembelian 855 BTC senilai sekitar US$75 juta dengan harga rata-rata US$87.974 per bitcoin.
Di sisi lain, Strategy baru saja melaporkan kerugian kuartal IV-2025 akibat anjloknya harga bitcoin yang menggerus nilai neraca perusahaan hingga puluhan miliar dolar AS. Manajemen Strategy menilai risiko keuangan masih berada dalam batas terkendali.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
CEO Strategy, Phong Le, menyampaikan Bitcoin harus anjlok ke level US$8.000 setidaknya selama lima hingga enam tahun sebelum benar-benar mengancam kemampuan perusahaan melunasi utang konversi.
“Dalam skenario terburuk, jika harga bitcoin turun 90 persen ke US$8.000, pada titik itu cadangan bitcoin kami hanya akan setara dengan total utang bersih. Kami baru perlu mempertimbangkan restrukturisasi atau pendanaan tambahan,” ujar Phong Le.
Halaman Selanjutnya
Meski kinerja keuangan tertekan, analis TD Cowen menilai Strategy semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin global perusahaan treasury bitcoin. Strategy dianggap berada dalam posisi yang lebih kuat untuk memanfaatkan potensi pemulihan pasar kripto di masa mendatang.

4 weeks ago
5










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

